Dalam konteks ini, “asymetris informasi” mengacu pada dorongan atau
motivasi bagi manajemen atau pemegang saham mayoritas untuk mengetahui
kinerja keuangan yang ada didalam perusahaan. Semakin banyak informasi
mengenai internal perusahaan yang dimiliki oleh para manajer daripada
pemegang saham maka manajer akan lebih mempunyai kesempatan untuk
melakukan manajemen laba.
Hipotesis ini berasumsi bahwa informasi terjadi ketika beberapa pihak
yang terlibat dalam suatu proses transaksi memiliki informasi yang lebih
banyak dibandingkan dengan pihak lainnya. Asimetri informasi terbentuk
karena principal (pemegang saham) tidak memiliki informasi yang cukup
mengenai kinerja keuangan agent (manajer) sehingga principal tidak pernah
dapat menentukan kontribusi usaha-usaha agent terhadap hasil-hasil
perusahaan sesungguhnya. Semakin banyak informasi mengenai internal
perusahaan yang dimiliki oleh para manajer daripada pemegang saham maka
manajer akan lebih mempunyai kesempatan untuk melakukan manajemen laba
(Wijayanti, 2022).
