Di dalam dunia investasi, masa depan tidak dapat di buat sebagai suatu
asumsi dan juga sangat sulit untuk bisa dijadikan sebagai suatu ramalan.
Akan tetapi kita dapat mengharapkan suatu prediksi yang bisa dibuat jika
kita memiliki data-data yang cukup valid untuk dijadikan bahan sebagai
acuan dengan probabilitas ketepatan yang notabennya tidak teralu besar di
masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Menurut
Tandelilin (2010) beberapa alasan seseorang melakukan investasi antara
lain:
- Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa mendatang.
Seseorang yang bijaksana akan berpikir untuk meningkatkan taraf
hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha
mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak
berkurang di masa yang akan datang. - Mengurangi tekanan inflasi.
Dengan melakukan investasi dalam pemilikan perusahaan atau objek
lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penurunan nilai
kekayaan atau hak miliknya akibat pengaruh inflasi. - Dorongan untuk menghemat pajak
Adanya kebijakan di beberapa negara yang bersifat mendorong
tumbuhnya investasi di masyarakat melalui pemberian fasilitas
perpajakan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang
tertentu
Data – data yang paling sering dan konsisten yang digunakan adalah
merujuk pada laporan kinerja keuangan suatu perusahaan dan pergerakan
grafik yang merepresentasikan semua kejadian yang dilewatinya. Datadata ini juga banyak dan selalu digunakan oleh perusahaan investasi besar
dalam menganalisis perusahaan sehingga nantinya dapat dijadikan bahan
untuk membuat keputusan dalam berinvestasi
Menurut Pujiati dan Widanar (2009) keputusan investasi merupakan
keputusan yang dikeluarkan perusahaan terkait dengan kegiatan perusahaan
untuk melepaskan dana pada saat sekarang dengan harapan untuk
menghasilkan arus dana masa mendatang dengan jumlah yang lebih besar
dari yang dilepaskan pada saat investasi awal, sehingga harapan perusahaan
untuk selalu tumbuh dan berkembang akan semakin jelas dan terencana.
Hal tersebut juga sependapat oleh Yulia Efni (2011) yang menyatakan
bahwa Keputusan Investasi menyangkut masalah bagaimana manajer harus
mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang akan
mendatangkan keuntungan di masa depan. Besarnya investasi dapat
mempengaruhi tingkat keuntungan yang diharapkan serta resiko tingginya
tertentu.
Pengertian Investasi sendiri merupakan penanaman dana yang dilakukan
oleh suatu perusahaan ke dalam suatu asset (aktiva) dengan harapan
memperoleh pendapatan di masa yang akan datang (Putry dan Kurnia,
2016). Sehinga dapat disimpulkan bahwa keputusan investasi merupakan
keputusan dalam pengalokasian pendanaan ke aset tertentu dengan
anggapan memperoleh pendapatan di masa depan sesuai dengan besarnya
investasi yang berikan.
