Teori Agensi


Teori agensi sebuah hubungan yang terjadi antar agent dengan principal (Anthony & Govindarajan, 2014).
Principal itu pihak memiliki sebuah kewenangan dalam melakukan tindakan – tindakan, seperti delegasi pada otoritas
pada agen. Sehingga agent sebuah pihak pihak akan melakukan penerimaan otoritas dari prinsipal. Pemilik
perusahaan (pemegang saham) dikatakan principal dan manajer dikatakan agen, sehingga agent tersebut ditunjuk
principal supaya bisa melaksanakan kewenangan serta tugas dalam pengelolaan perusahaan atas nama investor.
Agent mempunyai kewajiban supaya bisa mensejahterahkan principal dengan cara peningkatan pada nilai
perusahaan. Dalam melaksanakan kewenangan serta tugas, agent sering melakukan sesuai tujuan yang diinginkan
sehingga lebih mementingkan keperluan pribadinya, hal ini akan menjadi pertentangan dengan principal yang
berakibat adanya sebuah konflik kepentingan diantara mereka, pada permasalahan ini dinamakan agency problem