Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa return
realisasi yang sudah terjadi dan return ekspetasi yang belum terjadi tetapi
diharapkan akan terjadi dimasa yang akan datang. Return realisasi merupakan
return yang telah terjadi yang dihitung berdasarakan data historis. Return realisasi
digunakan sebagai salah satu faktor pengukur kinerja perusahaan. Return ini juga
bekerja sebagai dasar penentuan return ekspetasi dan risiko masa datang. Return
Ekspetasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh untuk masa yang
akan datang. Salah satu faktor yang membuat para investor menanamkan
modalnya saat berinvestasi adalah return yang tinggi, dengan return yang tinggi
maka investor berharap akan mendapatkan imbalan yang tinggi atas investasi
yang dilakukan. Return yang diperoleh para investor tergantung oleh instrument
yang digunakan (Eduardus, 2010: 102).
Untuk melakukan investasi dalam bentuk saham diperlukan analisis
untuk mengukur nilai saham, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal.
Tujuan analisis fundamental adalah menentukan apakah nilai saham berada pada
posisi undervalue atau overvalue. Saham dikatakan undervalue apabila return
saham di pasar saham lebih kecil dari harga wajar atau nilai yang seharusnya,
demikian juga sebaliknya. Return saham dapat diukur menggunakan analisa
fundamental yaitu menganalisa kondisi keuangan dan ekonomi perusahaan dalam
menerbitkan saham. Analisa tersebut meliputi trend penjualan dan keuntungan
perusahaan, kualitas produk, posisi persaingan perusahaan di pasar, hubungan
kerja pihak perusahaan dengan karyawan, sumber bahan mentah, peraturanperaturan perusahaan dan beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi nilai
saham perusahaan tersebut (Foster, 1986). Menurut Husnan (1990) return saham
merupakan tingkat keuntungan saham yang tercermin dari perubahan harga saham
yang terjadi pada perusahaan.
