Kepemilikan saham manajerial, pendanaan (utang) dan dividen
merupakan kebijakan yang penting dalam pengambilan keputusan. Beberapa
penelitian tentang pengaruh struktur kepemilikan dengan keputusan
keuangan telah banyak dilakukan, namun hasilnya masih beragam. Crutchley
et al. (1999) menunjukkan empat keputusan yang saling terkait menyangkut
leverage, dividend, insider ownership, dan institutional ownership ditentukan
secara simultan dalam kerangka agency cost. Crutchley et al. (1999) juga
membuktikan bahwa kepemilikan institusional merupakan substitusi
kepemilikan manajerial Hasil penelitian Ismiyanti dan Mamduh (2003)
menemukan bahwa variabel kepemilikan manajerial mempunyai hubungan
positif dan signifikan terhadap kebijakan utang. Hal ini terjadi karena kontrol
yang besar dari pihak manajerial menyebabkan mereka mampu melakukan
investasi dengan lebih baik sehingga memerlukan tambahan dana melalui
utang untuk pendanaannya (demand hypothesis). Wahyudi dan Hartini (2006)
menemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pendanaan. Puteri dan Mohammad (2006), menemukan bahwa
kepemilikan manajerial berpengaruh secara negatif terhadap kebijakan utang,
yang berarti bahwa penggunaan utang akan meningkatkan monitoring dari
bondholder dan membuat shareholder lebih tenang karena pembiayaan
investasi tidak menggunakan dananya sehingga mengurangi risiko dari
shareholder.
