Tujuan suatu perusahaan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Tujuan ini
bisa menyimpan konflik potensial antara pemilik perusahaan dengan kreditur. Jika
perusahaan menikmati laba yang besar, nilai pasar saham (dana pemilik) akan
meningkat pesat, sementara nilai hutang perusahaan (dana kreditur) tidak
terpengaruh. Sebaliknya, apabila perusahaan mengalami kerugian atau bahkan
kebangkrutan, maka hak kreditur akan didahulukan sementara nilai saham akan
menurun drastis. Nilai saham merupakan indeks yang tepat untuk mengukur
efektivitas perusahaan, sehingga apabila perusahaan dapat memaksimumkan nilai
perusahaan juga berarti memaksimumkan kekayaan pemegang saham. Saham
suatu perusahaan bisa dinilai dari pengembalian (return) yang diterima oleh
pemegang saham dari perusahaan yang bersangkutan. Return bagi pemegang
saham bisa berupa penerimaan dividen tunai ataupun adanya perubahan harga
saham pada suatu periode (Beza, 1998).
Menurut Wright dan Ferris (1997) Return saham merupakan
pencerminan kemampuan unit bisnis dalam menghasilkan keuntungan yang telah
menggunakan sumber daya perusahaan secara efisien dan baik, maka semakin
tinggi keuntungan suatu perusahaan semakin tinggi pula nilai perusahaan. Market
book ratio berpengaruh positif signifikan terhadap return saham (Michel Suharli).
Hal ini juga didukung oleh penelitian Wahyuni (2002 dalam Michel Suharli) yang
menyatakan bahwa Market book ratio berpengaruh signifikan terhadap return
saham.
Menurut Sutrisno (2009:224) market to book value ratio merupakan
rasio penilaian yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar harga saham
yang ada pada pasar dibandingkan dengan nilai buku saham. Semakin tinggi rasio
ini maka menunjukkan bahwa perusahaan semakin dipercaya sehingga nilai
perusahaan semakin tinggi pula. Menurut Pontiff dan Schall (1998) dalam
Margareta dan Damayanti, Market to book ratio memberikan penilaian investor
terhadap perusahaan dalam melihat kinerja perusahaan dan menunjukkan seberapa
jauh suatu perusahaan dapat menciptakan nilai perusahaan yang wajar terhadap
jumlah modal yang telah diinvestasikan. Market to book ratio mampu
memperkirakan pengaruh antara nilai buku dengan stock return, serta dapat
menentukan apakah investor akan mendapatkan capital gain (keuntungan) atau
Capital loss (kerugian) atas investasi saham yang telah dilakukan. ika
dibandingkan dengan nilai buku, semakin besar market to book ratio, maka akan
semakin besar nilai pasar.
Menurut Yuningsih dan Yudaruddin Market to book ratio mempunyai
pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Market to book ratio
mencerminkan pesimistis atau optimis dari investor terhadap masa depan
perusahaan. Jika investor optimis terhadap masa depan perusahaan maka nilai
book ratio semakin kecil.
