Definisi Rasio Harga-Pendapatan (PER)


Menurut Nazariah & Echi Nadila Putria (2022)
“Price Earning Ratio (PER) merupakan rasio yang menggambarkan
apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Price
Earning Ratio (PER) adalah rasio yang dihasilkan dari perbandingan antara harga
saham dengan earning per share. PER merupakan indikator kepercayaan pasar
terhadap prosfek pertumbuhan perusahaan sehingga banyak investor yang menaruh
perhatian terhadap pendekatan PER, selain itu PER memberikan standar yang baik
dalam membandingkan harga saham untuk laba perlembar saham yang berbeda dan
kemudahan dalam membuat estimasi yang digunakan dalam input PER. ”
Menurut Anisa (2021)
“Price Earning Ratio (PER) adalah rasio antara harga saham dengan
pendapatan setiap lembar saham, dan merupakan indikator perkembangan atau
pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang (prospects of the firm). Price
Earning Ratio (PER) merupakan perbandingan antara harga pasar suatu saham
(market price) dengan Earning Per Share (EPS) dari saham yang bersangkutan.
Kegunaan dari Price Earning Ratio (PER) adalah untuk melihat bagaimana pasar
menghargai kinerja saham suatu perusahaan terhadap kinerja perusahaan yang
dicerminkan oleh EPS-nya.”
Menurut Hasibuan & Bukit (2023)
“Price Earning Ratio (PER) merupakan strategi dasar yang sering
digunakan. Ketepatan data dan kemudahan dalam memperoleh data merupakan dua
keunggulan dari metode fundamental ini, sehingga memudahkan investor dan calon
investor untuk menilai nilai Price Earning Ratio. PER adalah rasio harga saham
perusahaan terhadap laba bersihnya. PER menurun saat pendapatan meningkat, dan
sebaliknya, saat pendapatan menurun, PER meningkat. Biasanya, investor
menggunakan rasio ini untuk meramalkan kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan keuntungan di masa depan.
Menurut Andirni (2024)
“Price Earning Ratio (PER) adalah rasio yang menunjukkan berapa kali
harga saham perusahaan lebih tinggi daripada laba per sahamnya. PER yang tinggi
menunjukkan bahwa investor bersedia membayar lebih untuk saham perusahaan,
yang dapat menjadi indikator bahwa perusahaan memiliki prospek pertumbuhan
yang baik. Dari segi investor, PER yang terlalu tinggi jikalau tidak menarik
dikarenakan harga saham mungkin tidak akan naik lagi. ”
Menurut Mulyani L & Pitaloka E (2017)
“Price Earning Ratio adalah perbandingan antara harga saham dengan laba
bersih perusahaan, dimana harga saham sebuah emiten dibandingkan dengan laba
bersih yang dihasilkan oleh emiten tersebut dalam setahun. Karena yang menjadi
fokusnya adalah laba bersih yang dihasilkan perusahaan, maka dengan mengetahui
Price Earning Ratio sebuah emiten, bisa diketahui apakah harga sebuah saham
tergolong wajar atau tidak. Oleh karena itu, Price Earning Ratio ini sangat menarik
perhatian para Investor dalam pendekatan untuk mengestimasi saham, maka
menentukan faktor-faktor apakah yang mempengaruhi Price Earning Ratio dengan
mengetahui seberapa jauh faktorfaktor tersebut mempengaruhi Price Earning Ratio
adalah sangat penting.”