Menurut Soleha & Maria (2022)
“Return On Invesment (ROI) merupakan metrik untuk mengevaluasi
efektivitas perusahaan secara keseluruhan. ROI membandingkan laba bersih
dengan total investasi, dimana ROI yang tinggi menunjukkan kinerja perusahaan
yang baik, dan semakin banyak investor yang ingin berinvestasi di dalamnya.”
Menurut Yunita et al (2023)
“Return on Investment (ROI) merupakan salah satu rasio profitabilitas yang
dimaksudkan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dengan keseluruhan
dana yang ditanamkan dalam aktiva digunakan untuk menghasilkan keuntungan
dalam dunia ekonomi. ”
Menutut Sitorus et al (2024)
“Return On Invesment merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk menutup
investasi yang dikeluarkan.”
Menurut Ginting & Sagala (2021)
“Return on Investment dalam analisis keuangan mempunyai arti yang
sangat penting, sebagai salah satu teknik analisis keuangan yang bersifat
menyeluruh. Return on Investment merupakan salah satu bentuk dari rasio
profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan
dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk
operasi perusahaan (Net Operating Income) dengan jumlah investasi, atau aktiva
yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan operasi tersebut.”
Menurut Astonugro & Rosa (2023)
“Return on Investment mempunyai arti yang sangat penting sebagai salah
satu teknik analisa keuangan yang bersifat menyeluruh. Jadi Return
On Investment menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasi
perusahaan dengan jumlah investasi atas aktiva yang digunakan untuk
menghasilkan keuntungan operasi tersebut ROI merupakan salah satu rasio
profitabilitas sehingga jika dihubungkan dengan rasio pembayaran dividen ada
hubungan positif antara ROI dengan pembayaran dividen, maka semakin tinggi
nilai ROI, maka semakin tinggi nilai dividen yang dibayarkan.”
