Pengukuran Efektivitas


Secara umum, pengukuran efektivitas dilakukan dengan membandingkan
strategi yang direncanakan dengan kinerja aktual yang terjadi. Pengukuran
efektivitas ini merupakan tanggung jawab manajemen perusahaan untuk menilai
sejauh mana pencapaian terjadi dalam suatu periode akuntansi. Mencapai
keuntungan maksimal dari kegiatan produksi merupakan salah satu tujuan
perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dengan bantuan manajemen menetapkan
target penjualan untuk periode tertentu dan penjualan dianggap efektif jika
mencapai target yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen.
Menurut Anthony dan Govindarajan (2006:141), ada dua unsur yang
mempengaruhi efektivitas penjualan yaitu:

  1. Anggaran Perusahaan
    Dalam anggaran penjualan akan tertuang target penjualan yang telah
    disepakati dan ditetapkan. Dalam menetapkan target tersebut diperlukan
    perhitungan dan pertimbangan yang matang menyangkut seluruh sumber daya yang
    dimiliki dan faktor-faktor lain diluar perusahaan yang mempengaruh perusahaan
    (lingkungan bisnis). Target penjualan yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut
    merupakan bagian dari kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan
    karena setelah menghitung dan mempertimbangkan setiap faktor tersebut baru
    perusahaan dapat memutuskan target yang akan dicapai pada periode tertentu.
  2. Realisasi Penjualan
    Anggaran penjualan yang sudah disetujui dan disahkan akan dilaksanakan
    oleh manajemen dengan melakukan kegiatan penjualan. Pelaksanaan semua
    kegiatan penjualan didukung dengan semua sumber daya yang dimiliki. Dalam
    rangka mencapai target penjualan, maka akan memberikan hasil penjualan yang
    pada akhir periode merupakan realisasi penjualan