Greenhaus dan Beutell dalam (Utaminigsih 2017:49). mengidentifikasikan tiga
jenis Konflik Peran Ganda (Work Family Conflict) yaitu:
- Konflik Berdasarkan Waktu (Time-Based Conflict)
Waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan salah satu tuntutan (keluarga atau
pekerjaan) dapat mengurangi waktu untuk menjalankan tuntutan yang lainnya
(pekerjaan atau keluarga). Bentuk konflik Ini secara positif berkaitan dengan:
a. Jumlah jam kerja
b. Lembur
c. Tingkat kehadiran
d. Ketidakteraturan shift
e. Kontrol jadwal kerja - Konflik Berdasarkan Tekanan (Strain-Based Conflict)
Terjadi tekanan dari salah satu peran mempengaruhi kinerja peran lainnya.
Dimana gejala tekanan, seperti:
a. Ketegangan
b. Kecemasan
c. Kelelahan
d. Karakter peran kerja
e. Kehadiran anak baru
f. Ketersediaan dukungan sosial dari anggota keluarga - Konflik Berdasarkan Perilaku (Behavior-Based Conflict)
Bentuk terakhir dari konflik pekerjaan-keluarga adalah Behavior-Based
Conflict, di mana pola-pola tertentu dalam peran-perilaku yang tidak sesuai
dengan harapan mengenai perilaku dalam peran lainnya. Misalnya, stereotip
manajerial menekankan agresivitas, kepercayaan diri, kestabilan emosi, dan
objektivitas. Hal ini kontras dengan harapan citra dan perilaku seorang istri
dalam keluarga, yang seharusnya menjadi pemberi perhatian, simpatik,
nurturant, dan emosional. Dengan demikian seseorang dapat mengharapkan
bahwa para eksekutif perempuan lebih mungkin untuk mengalami bentuk
konflik daripada eksekutif laki-laki, sebagai perempuan harus berusaha keras
untuk memenuhi harapan peran yang berbeda di tempat kerja maupun dalam
keluarga
