Role overload diidentifikasi terjadi karena beberapa indikator yang
dikemukakan oleh Jansen (2018:5) yaitu:
- Jam Kerja
Banyak pekerja yang memilih tetap bekerja di luar jam operasional kantor. Hal
ini biasa terjadi ketika perusahaan sedang dikejar target. - Tidak Menyelesaikan Deadline Tepat Waktu
Banyaknya pekerjaan membuat pekerja menjadi bingung harus
memprioritaskan pekerjaan yang memang harus didahulukan, hal ini membuat
banyaknya pekerjaan yang sudah dekat dengan tenggang waktu yang
terbengkalai. - Tuntutan Yang Sulit
Banyaknya keharusan yang dikerjakan oleh pekerja dapat menimbulkan
perasaan beban tersendiri bagi pekerja - Waktu Istirahat Yang Cukup
Waktu istirahat dalam perusahaan terbilang singkat dan masih banyak pekerja
yang menggunakan waktu istirahat untuk menyelesaikan pekerjaannya. - Kesibukan Yang Lain
Banyaknya aktivitas pekerja dalam melakukan pekerjaannya sering kali
membuat pekerjaan lain terhambat sehingga menjadi beban tersendiri bagi
pekerja.
