Faktor-faktor penentu kepuasan kerja (Munandar, 2001) antara lain:
a. Ciri Intrinsik Pekerjaan
Yaitu tingkat tantangan mental. Konsep dari tantangan yang sesuai
merupakan konsep yang penting. Pekerjaan yang menuntut kecakapan
yang lebih tinggi daripada yang dimiliki tenaga kerja, atau tuntutan pribadi
yang tidak dapat dipenuhi tenaga kerja akan menimbulkan frustasi dan
akhirnya ketidakpuasan kerja.
b. Gaji penghasilan (Equitable Reward).
Gaji sebagai penentu dalam kepuasan kerja yaitu merupakan fungsi
dari jumlah absolut dari gaji yang diterima, derajat sejauh mana gaji
memenuhi harapan-harapan tenaga kerja, dan bagaimana gaji diberikan.
Jika gaji dipersepsikan adil didasarkan tuntutan-tuntutan pekerjaan, tingkat
keterampilan individu, dan standar gaji yang berlaku untuk kelompok
pekerjaan tertentu, maka akan ada kepuasan kerja.
c. Penyeliaan
Locke (dalam Munandar, 2001) memberikan kerangka kerja
teoritis untuk memahami kepuasan kerja karyawan dengan penyeliaan,
yaitu hubungan atasan-bawahan yang meliputi hubungan fungsional dan
keseluruhan (entity). Hubungan fungsional mencerminkan sejauh mana
penyelia membantu tenaga kerja untuk memuaskan nilai-nilai pekerjaan
yang penting bagi karyawan. Hubungan keseluruhan didasarkan pada
ketertarikan antarpribadi yang menecrminkan sikap dasar dan nilai-nilai
yang serupa.
d. Rekan-rekan sejawat yang menunjang
Didalam kelompok kerja dimana para pekerjanya harus bekerja
sebagai satu tim, kepuasan kerja mereka dapat timbul karena kebutuhan- kebutuhan tinggi mereka (kebutuhan harga diri, kebutuhan aktualisasi diri)
dapat dipenuhi, dan mempunyai dampak pada motivasi kerja mereka.
e. Kondisi kerja yang menunjang
Kondisi kerja yang memperhatikan prinsip-prinsip ergonomi, kebutuhan-kebutuhan fisik dipenuhi dan memuaskan tenaga kerja.
Sedangkan Rivai dan Mulyadi (2011) menyebutkan faktor-faktor yang
dapat menimbulkan kepuasan kerja seseorang antara lain:
a. Kedudukan
b. Pangkat dan jabatan
c. Masalah umur
d. Jaminan finansial dan jaminan sosial
e. Mutu pengawasan
Menurut Sutrisno (dalam Mariskha Z, 2011) faktor-faktor yang
mempengaruhi kepuasan kerja adalah:
a. Faktor psikologis
Merupakan faktor yang berhubungan dengan kejiwaan karyawan yang
meliputi minat, ketentraman dalam kerja, sikap terhadap kerja, bakat dan
keterampilan.
b. Faktor Sosial
Merupakan faktor yang berhubungan dengan interaksi sosial antar
karyawan maupun karyawan dengan atasan.
c. Faktor Fisik
Merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik karyawan,
meliputi jenis pekerjaan, pengaturan waktu dna waktu istirahat, perlengkapan
kerja, keadaan ruangan, suhu, penerangan, pertukaran udara, kondisi
kesehatan karyawan, umur, dan sebagainya.
d. Faktor Finansial
Merupakan faktor yang berhubungan dengan jaminan serta kesejahteraan
karyawan yang meliputi sistem dan besarnya gaji, jaminan sosial, macam- macam tunjangan, fasilitas yang diberikan, promosi, dan sebagainya.
Menurut Spector (dalam Tenggara H, Zamralita, & Tommy P, 2008)
menjelaskan ada dua faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, yaitu:
- Faktor yang ada pada lingkungan pekerjaan itu sendiri dan hal-hal yang
berhubungan dengan pekerjaan.
Faktor lingkungan dalam pekerjaan meliputi beberapa hal, diantaranya:
a. Karakteristik pekerjaan, yaitu mengenai gambaran dari tugas dan
pekerjaan itu sendiri
b. Lingkungan dalam perusahaan yang berhubungan dengan kinerja
karyawan
c. Berhubungan dengan kinerja karyawan
d. Peranan dalam perusahaan, yaitu pola perilaku yang dibutuhkan
individu dalam perusahaan
e. Konflik antara pekerjaan dan keluarga, adalah konflik yang
terjadi apabila ada permintaan dari keluarga dan permintaan dari
pekerjaan yang saling mengganggu (contohnya, ayah dan ibu
yang sama-sama bekerja atau orangtua tunggal)
f. Upah
g. Stres kerja
h. Beban kerja, yaitu pekerjaan yang membutuhkan usaha baik
mental dan fisik
i. Jadwal kerja, diantaranya jadwal yang tidak menentu, pembagian
kerja yang panjang, jam kerja malam, dan kerja paruh waktu - Faktor individu itu sendiri
Faktor individu meliputi beberapa hal, diantaranya:
a. Usia, kepuasan kerja dinilai meningkat seiring dengan
bertambahnya usia seseorang
b. Jenis kelamin, perempuan dinilai lebih merasa puas dengan
pekerjaannya karena memiliki pengharapan yang rendah terhadap
pekerjaannya
c. Kepribadian, diantaranya locus of control dan negative affectivity
(contohnya, depresi dan kecemasan)
d. Person-job fit, yaitu perasaan kecocokan yang dimiliki karyawan
antara karakteristik pekerjaan dan pribadi
