Menurut Soegandhi, Sutanto dan Setiawan (2013) dimensi yang
biasanya digunakan untuk mengukur kepuasan kerja seorang karyawan adalah:
1) Pekerjaan / Jenis Pekerjaan (Work It Self) Setiap pekerjaan
memerlukan suatu keterampilan tertentu sesuai dengan bidangnya
masing-masing. Sukar atau tidaknya suatu pekerjaan serta perasaan
seseorang bahwa keahliannya dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan
tersebut, akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan
2) Hubungan Dengan Atasan (Supervision) Kepemimpinan yang
konsisten berkaitan dengan kepuasan kerja adalah tenggang rasa
(consideration). Hubungan fungsional mencerminkan sejauh mana
atasan membantu karyawan untuk memuaskan nilai-nilai pekerjaan
yang penting bagi karyawan. Hubungan keseluruhan didasarkan pada
ketertarikan antar pribadi yang mencerminkan sikap dasar dan nilai
nilai yang serupa.
3) Teman Kerja (Co-Workers) Teman kerja merupakan faktor yang
berhubungan dengan hubungan antara karyawan dengan atasan dan
dengan karyawan lain, baik yang sama maupun yang berbeda jenis
pekerjaannya.
4) Promosi (Promotion) Promosi merupakan faktor yang berhubungan
dengan ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh peningkatan
karier selama bekerja.
5) Gaji atau Upah (Pay) Gaji atau upah merupakan faktor pemenuhan
kebutuhan hidup karyawan yang dianggap layak atau tidak.
