Aspek-aspek Kepuasan Kerja


Menurut Levi (2002) ada lima aspek yang terdapat dalam kepuasan kerja,
yaitu :

  1. Pekerjaan itu sendiri (Work It self), setiap pekerjaan memerlukan suatu
    keterampilan tertentu sesuai dengan bidangnya masing-masing. Sukar
    tidaknya suatu pekerjaan serta perasaan seseorang bahwa keahliannya
    dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan tersebut, akan meningkatkan atau
    mengurangi kepuasan kerja.
  2. Atasan(Supervision), atasan yang baik berarti mau menghargai pekerjaan
    bawahannya. Bagi bawahan, atasan bisa dianggap sebagai figur
    ayah/ibu/teman dan sekaligus atasannya.
  3. Teman sekerja (Workers), merupakan faktor yang berhubungan dengan
    hubungan antara pegawai dengan atasannya dan dengan pegawai lain, baik
    yang sama maupun yang berbeda jenis pekerjaannya.
  4. Promosi(Promotion), merupakan faktor yang berhubungan dengan ada
    tidaknya kesempatan untuk memperoleh peningkatan karier selama
    bekerja.
  5. Gaji/Upah(Pay), merupakan faktor pemenuhan kebutuhan hidup pegawai
    yang dianggap layak atau tidak.
    Sedangkan menurut Robins (2003) aspek-aspek lain yang terdapat dalam
    kepuasan kerja :
  6. Kerja yang secara mental menantang,
    Kebanyakan Karyawan menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi
    mereka kesempatan untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan
    mereka dan menawarkan tugas, kebebasan dan umpan balik mengenai
    betapa baik mereka mengerjakan. Karakteristik ini membuat kerja secara
    mental menantang. Pekerjaan yang terlalu kurang menantang menciptakan
    kebosanan, tetapi terlalu banyak menantang menciptakan fungsi dan
    perasaan gagal. Pada kondisi tantangan yang sedang, kebanyakan
    karyawan akan mengalamai kesenangan dan kepuasan.
  7. Ganjaran yang pantas,
    Para karyawan menginginkan sistem upah dan kebijakan promosi yang
    mereka persepsikan sebagai adil,dan segaris dengan pengharapan mereka.
    Pemberian upah yang baik didasarkan pada tuntutan pekerjaan, tingkat
    keterampilan individu, dan standar pengupahan komunitas, kemungkinan
    besar akan dihasilkan kepuasan. tidak semua orang mengejar uang.
    Banyak orang bersedia menerima baik uang yang lebih kecil untuk bekerja
    dalam lokasi yang lebih diinginkan atau dalam pekerjaan yang kurang
    menuntut atau mempunyai keleluasaan yang lebih besar dalam kerja yang
    mereka lakukan dan jam-jam kerja. Tetapi kunci yang manakutkan upah
    dengan kepuasan bukanlah jumlah mutlak yang dibayarkan; yang lebih
    penting adalah persepsi keadilan. Serupa pula karyawan berusaha
    mendapatkan kebijakan dan praktik promosi yang lebih banyak, dan status
    sosial yang ditingkatkan. Oleh karena itu individu-individu yang
    mempersepsikan bahwa keputusan promosi dibuat dalam cara yang adil
    (fair and just) kemungkinan besar akan mengalami kepuasan dari
    pekerjaan mereka.
  8. Kondisi kerja yang mendukung,
    Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan pribadi
    maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas. Studi-studi
    memperagakan bahwa karyawan lebih menyukai keadaan sekitar fisik
    yang tidak berbahaya atau merepotkan. Temperatur (suhu), cahaya,
    kebisingan, dan faktor lingkungan lain seharusnya tidak esktrem (terlalu
    banyak atau sedikit).
  9. Rekan kerja yang mendukung,
    Orang-orang mendapatkan lebih daripada sekedar uang atau prestasi yang
    berwujud dari dalam kerja. Bagi kebanyakan karyawan, kerja juga mengisi
    kebutuhan akan sosial. Oleh karena itu bila mempunyai rekan sekerja yang
    ramah dan menyenagkan dapat menciptakan kepuasan kerja yang
    meningkat. Tetapi Perilaku atasan juga merupakan determinan utama dari
    kepuasan.
  10. Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan,
    Pada hakikatnya orang yang tipe kepribadiannya kongruen (sama dan
    sebangun) dengan pekerjaan yang mereka pilih seharusnya mendapatkan
    bahwa mereka mempunyai bakat dan kemampuan yang tepat untuk
    memenuhi tuntutan dari pekerjaan mereka. Dengan demikian akan lebih
    besar kemungkinan untuk berhasil pada pekerjaan tersebut, dan karena
    sukses ini, mempunyai kebolehjadian yang lebih besar untuk mencapai
    kepuasan yang tinggi dari dalam kerja mereka.