Teori Kepuasan Kerja


Menurut penelitian Tantriana (2023), ada beberapa teori yang
menjelaskan mengapa orang menyukai pekerjaan mereka, meskipun
setiap teori memiliki prinsip yang berbeda. Secara umum, ada tiga teori
yang sering dibahas:
1) Teori Ketidaksesuaian (Discrepancy Theory)
Teori ini mengukur kepuasan kerja dengan membandingkan apa
yang seharusnya terjadi dengan kenyataan yang ada. Jika kepuasan
yang diperoleh melebihi harapan, maka orang tersebut akan merasa
lebih puas. Dengan kata lain, terdapat ketidaksesuaian positif.
Kepuasan kerja seseorang bergantung pada perbedaan antara apa
yang diharapkan dan apa yang dicapai.
2) Teori Keadilan (Equity Theory)
Teori Keadilan menyatakan bahwa seseorang akan merasa puas
atau tidak puas tergantung pada ada atau tidaknya keadilan dalam
suatu situasi, terutama dalam lingkungan kerja.
3) Teori Dua Faktor (Two-Factor Theory)
Prinsipnya adalah bahwa kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja
merupakan dua hal yang berbeda. Menurut teori ini, karakteristik
pekerjaan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori: dissatisfier
(faktor yang menyebabkan ketidakpuasan) dan satisfier (faktor yang
menyebabkan kepuasan). Satisfier disebut juga sebagai motivator.