Thoha (2007) menyatakan bahwa dalam teori kepemimpinan,
ada tiga faktor penentu yang saling berpengaruh: pemimpin itu
sendiri, kondisi lingkungan, dan perilakunya sendiri. Faktor-faktor
ini berfungsi sebagai dasar teori leadership. Luthans (2006)
membuat beberapa kategori tentang teori kepemimpinan menjadi
dua kelompok besar yaitu teori kepemimpinan tradisional dan teori
kepemimpinan modern.
- Teori kepemimpinan Tradisional
a) Teori kepemimpinan sifat
Menurut Luthans (2006), mengidentifikasi beberapa
kemampuan yang berhubungan dengan kualitas
kepemimpinan yang efektif, yaitu seorang Pemimpin harus
memiliki motivasi dan dorongan untuk menjadi pemimpin
integritas, keyakinan, kecerdasan, pengetahuan, dan
kecekapan emosional.
b) Teori kepemimpinan kelompok
Psikologi sosial adalah sumber teori kepemimpinan
kelompok (Luthans, 2006). Dalam pendekatan ini, teori
klasik pertukaran digunakan sebagai dasar, di mana seorang
pemimpin memberikan lebih banyak keuntungan atau
penghargaan kepada pengikutnya daripada beban atau
kerugian. Jenis pertukaran ini merupakan pertukaran yang
menguntungkan antara pemimpin dan pengikutnya untuk
mencapai tujuan kelompok.
c) Teori kontingensi kepemimpinan
Model kontingensi kepemimpinan Fiedler ini menunjukkan
hubungan antara gaya kepemimpinan dan kondisi yang
menguntungkan. Situasi yang menguntungkan terjadi ketika
hubungan antara pemimpin dan anggotanya kuat, tingkat
struktur tugas tinggi, dan otoritas posisi pemimpin tinggi.
Dalam risetnya, Fiedler mencapai kesimpulan bahwa
efektivitas ditentukan oleh lingkungan yang menyenangkan
dikombinasikan dengan gaya kepemimpinan yang efektif.
Fiedler menganalisis hasil penelitian dari berbagai situasi
dan menemukan bahwa jenis pemimpin yang dominan atau
otoriter terbukti paling efektif dalam situasi yang sangat
menyenangkan dan sangat tidak menyenangkan. Namun,
pemimpin yang demokratis dan manusiawi paling efektif
ketika keadaan menyenangkan atau tidak menyenangkan.
d) Teori kepemimpinan Path-goal
Teori ini menggabungkan empat tipe atau gaya
kepemimpinan yang utama, secara singkat yaitu: - Kepemimpinan direktif, dimana pemimpin memberikan
pengarahan khusus, dan bawahan mengetahui dengan
pasti apa yang diharapkan dari mereka. Bawahan tidak
berpartisipasi. - Kepemimpinan suportif, dimana pemimpin ramah,
mudah didekati, dan benar-benar memperhatikan
bawahannya. - Kepemimpinan partisipatif, Pemimpin meminta dan
menggunakan rekomendasi staf, tetapi mereka tetap
membuat keputusan. - Kepemimpinan berorientasi pada prestasi, Pemimpin
menetapkan tujuan yang menantang bagi anggota tim
untuk menunjukkan bahwa mereka yakin
akan meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan.
Teori ini menyatakan bahwa berbagai gaya ini dapat
digunakan oleh seorang pemimpin dalam segala situasi.
Faktor situasional yang diidentifikasi karakteristik
bawahan dan pengaruh lingkungan, bersama
18
dengan pada faktor, menggunakan salah satu dari empat
gaya kontingen. pemimpin berusaha untuk mengubah
persepsi dan memotivasi karyawan, dengan menjelaskan
fungsi, tujuan, kepuasan dan produktivitas. - Teori Kepemimpinan Modern
a) Teori kepemimpinan karismatik
Menurut House dalam Luthans (2006), kepemimpinan
karismatik berasal dari gagasan bahwa seorang pemimpin,
dengan kekuatan kemampuan personalnya, dapat sangat
mempengaruhi pengikutnya. Selanjutnya dikatakan bahwa
pemimpin karismatik
ditunjukkan dengan kepercayaan diri dan memiliki bawahan
yang percaya diri, penuh harapan, visi ideologis, dan
mengambil contoh dari kehidupan pribadi. Pengikut dari
pemimpin Karismatik ditunjukkan oleh pemimpin dan
visinya, menunjukkan setia kepada pemimpin dan
percaya pemimpin, berusaha untuk mengikuti prinsip dan
tindakan pemimpin juga Hubungannya dengan pemimpin
menumbuhkan rasa percaya.
b) Teori kepemimpinan transformasional
Menurut Luthans (2006 ), ada dua jenis kepemimpinan
politik: transformasional dan transaksional. Kepemimpinan
berdasarkan transaksi mencakup hubungan antara pemimpin
dan pengikutnya, sedangkan kepemimpinan
transformasional memiliki kualitas yang lebih mendasarkan
pada perubahan keyakinan dan prinsip pemimpin, serta
persyaratan pengikutnya.
c) Pendekatan kognitif sosial
Metode ini memberikan gambaran mendalam tentang
bagaimana organisasi bertindak, di mana ada hubungan
timbak balik antara tindakan organisasi dan pemimpin
lingkungannya (Thoha, 2009) Aplikasi kepemimpinan ini
secara lebih khusus ialah bawahan berpartisipasi secara
langsung dalam operasi organisasi, dan bersama dengan
pimpinan, fokus pada perilakunya sendiri dan cara orang
berperilaku, serta mempertimbangkan probabilitas
lingkungan
