Menurut Stokes (1966:92) dalam Kadarsiman (2012) motivasi adalah
pendorong bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan dengan baik,
serta tenaga emosional yang sangat penting untuk suatu pekerjaan.
Robbins (2008 dalam Asthu, 2016) mendefinisikan motivasi sebagai
proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang
individu untuk mencapai tujuan. Lebih lengkap lagi dia menjelaskan
tiga elemen utama dalam definisi motivasi adalah intensitas, arah,
dan ketekunan. Intensitas berhubungan dengan seberapa giat
seseorang berusaha. Ini adalah elemen yang paling banyak
mendapat perhatian ketika kita membicarakan tentang motivasi.
Namun, intensitas yang tinggi tidak akan menghasilkan prestasi kerja
yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang
menguntungkan organisasi.
Motivasi adalah suatu dorongan yang dapat mengoptimalkan potensi
pegawai untuk dapat bekerja dengan baik, sehingga berhasil
mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan (Toode,
2015).
Menurut George and Jones motivasi dapat didefinisikan sebagai
“suatu dorongan secara psikologis kepada seseorang yang
menentukan arah dari perilaku (direction of behavior) seseorang
dalam organisasi, tingkat usaha (level of effort), dan tingkat kegigihan
atau ketahanan di dalam menghadapi suatu halangan atau masalah
(level of persistence)” (Adiwinata & Sutanto, 2014).
