Indikator kepuasan kerja


Kepuasan kerja dapat diukur dengan menggunakan kuesioner baku
MSQ (Minnessota Satisfaction Questionaire) yang dikembangkan
oleh Weiss, Dawis, England, dan Lofquist (1968). Keuntungan MSQ
yaitu; mudah digunakan, mudah dimengerti, valid dan reliabel, dapat
dipakai setiap organisasi, dapat dipakai manajer, supervisor, dan
karyawan. Instrumen ini terdiri dari 20 dimensi kerja, yaitu
kemampuan karyawan, prestasi, aktivitas, kemajuan, wewenang,
kebijakan perusahaan, gaji, teman kerja, kreativitas, kebebasan, nilai
moral, promosi, tanggung jawab, keamanan, pelayanan sosial, status
sosial, hubungan supervisor (atasan), pekerjaan itu sendiri, varitas,
dan kondisi kerja.
Indikator-indikator tersebut dijelaskan sebagai berikut:
a. Ability Utilization adalah pemanfaatan kecakapan yang dimiliki
oleh karyawan.
b. Achievement adalah prestasi yang dicapai selama bekerja.
c. Activity adalah segala macam bentuk aktivitas yang dilakukan
dalam bekerja.
d. Advancement adalah kemajuan atau perkembangan yang dicapai
selama bekerja.
e. Authority adalah wewenang yang dimiliki dalam melakukan
pekerjaan.
f. Company policies and Practices adalah kebijakan yang dilakukan
adil bagi karyawan.
g. Compensation adalah segala macam bentuk kompensasi yang
diberikan kepada para karyawan.
h. Co-workers adalah rekan sekerja yang terlibat langsung dalam
pekerjaan.
i. Creativity adalah kreatifitas yang dapat dilakukan dalam
melakukan pekerjaan.
j. Independence adalah kemandirian yang dimiliki karyawan dalam
bekerja.
k. Moral Values adalah nilai-nilai moral yang dimiliki karyawan dalam
melakukan pekerjaannya seperti rasa bersalah atau terpaksa.
l. Recognition adalah pengakuan atas pekerjaan yang dilakukan.
m. Responsibility adalah tanggung jawab yang diemban dan dimiliki.
n. Security adalah rasa aman yang dirasakan karyawan terhadap
lingkungan kerjanya.
o. Social Service adalah perasaan sosial karyawan terhadap
lingkungan kerjanya.
p. Social Status adalah derajat sosial dan harga diri yang dirasakan
akibat dari pekerjaan.
q. Supervision-Human Relations adalah dukungan yang diberikan
oleh badan usaha terhadap pekerjanya.
r. Supervision-Technical adalah bimbingan dan bantuan teknis yang
diberikan atasan kepada karyawan.
s. Variety adalah variasi yang dapat dilakukan karyawan dalam
melakukan pekerjaannya.
t. Working Conditions adalah keadaan tempat kerja dimana
karyawan melakukan pekerjaannya.