Moekijat (2010) mengemukakan lima faktor yang dipertimbangkan dalam
pengembangan karir meliputi keadilan karir, pengawasan atau kepedulian atasan, informasi
dan peluang promosi, minat pekerjaan, serta tingkat kepuasan karir.
- Keadilan Karir
Perlakuan yang adil itu hanya bisa terwujud apabila kriteria promosi didasarkan pada
pertimbangan-pertimbangan yang objektif, rasional dan diketahui secara luas di
kalangan karyawan. - Pengawasan atau Kepedulian Atasan
Para karyawan pada umumnya mendambakan keterlibatan atasan langsung mereka
dalam perencanaan karir masing-masing. Salah satu bentuk kepedulian itu adalah
memberikan umpan balik kepada karyawan tentang pelaksanaan tugas masing-masing
sehingga para karyawan tersebut mengetahui potensi yang perlu diatasi. Pada gilirannya
umpan balik itu merupakan bahan penting bagi para karyawan mengenai langkah awal
apa yang perlu diambilnya agar kemungkinannya untuk dipromosikan menjadi lebih
besar. - Informasi dan Peluang Promosi
Para karyawan pada umumnya mengharapkan bahwa mereka memiliki akses kepada
informasi tentang berbagai peluang untuk dipromosikan. Akses ini sangat penting
terutama apabila lowongan yang tersedia diisi melalui proses seleksi internal yang
sifatnya kompetitif . Jika akses demikian tidak ada atau sangat terbatas para karyawan
akan mudah beranggapan bahwa prinsip keadilan dan kesamaan serta kesempatan untuk
dipertimbangkan maupun dipromosikan. - Minat Pekerjaan
Pendekatan yang tepat digunakan dalam hal menumbuhkan minat para pekerja untuk
pengembangan karir ialah pendekatan yang fleksibel dan proaktif. Artinya, minat untuk
mengembangkan karir sangat individualistik sifatnya. Seorang karyawan
memperhitungkan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, jenis dan sifat pekerjaan
sekarang. Pendidikan dan pelatihan yang ditempuh, jumlah tanggungan dan berbagai
variabel lainnya. Berbagai faktor tersebut dapat berakibat pada besarnya minat sesorang
mengembangkan karirnya. - Tingkat Kepuasan Karir
Meskipun secara umum dapat dikatakan bahwa setiap orang ingin meraih kemajuan,
termasuk dalam meniti karir, ukuran keberhasilan yang digunakan memang berbedabeda. Perbedaan tersebut merupakan akibat tingkat kepuasaan dalam konteks terakhir
tidak selalu berarti keberhasilan mencapai posisi atau jabatan yang tinggi dalam
organisasi, melainkan pula berarti bersedia menerima kenyataan bahwa, karena berbagai
faktor pembatasan yang dihadapi oleh seseorang, pekerja ”puas” apabila ia dapat
mencapai tingkat tertentu dalam karir nya meskipun tidak banyak anak tangga karir
yang berhasil dinaikinya. Tegasnya, seseorang bisa puas karena mengetahui bahwa apa
yang dicapainya itu sudah merupakan hasil yang maksimal dan berusaha mencapai anak
tangga yang lebih tinggi akan merupakan usaha yang sia-sia karena mustahil untuk
dicapai.
Menurut Davis dan Werther (1996, dalam Sulastrie, 2012) bahwa ada lima aspek
dari pengembangan karir yaitu: - Perlakuan yang adil dalam berkarir
Perlakuan yang adil hanya bisa terwujud jika kriteria promosi didasarkan pada
pertimbangan-pertimbangan yang objektif, rasional dan diketahui secara langsung di
kalangan karyawan. - Kepedulian atasan langsung
Para karyawan pada umumnya mendambakan keterlibatan atasan langsung mereka
dalam perencanaan karir masing-masing. Salah satu bentuk kepedulian itu adalah
memberikan umpan balik kepada karyawan tentang pelaksanaan tugas masing-masing,
sehingga para karyawan tersebut mengetahui potensi yang perlu dikembangkan dan
kelemahan yang perlu diatasi. - Informasi tentang berbagai peluang promosi
Para karyawan pada umumnya mengharapkan bahwa mereka memiliki akses informasi
tentang berbagai peluang untuk dipromosikan. Alasan ini penting terutama bila
lowongan yang tersedia diisi melalui seleksi internal yang sifatnya kompetitif. - Minat untuk dipromosikan
Pendekatan yang tepat digunakan dalam menumbuhkan minat karyawan untuk
pengembangan karir adalah pendekatan fleksibel dan proaktif. Artinya minat untuk
mengembangkan karir sifatnya sangat individualistik. Seorang karyawan
memperhitungkan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, sifat dan jenis pekerjaan
seseorang, pendidikan, dan pelatihan yang pernah ditempuh. Berbagai faktor tersebut
dapat berakibat terhadap besarnya minat seseorang mengembangkan karirnya dan dapat
juga membatasi keinginan mencapai jenjang karir yang lebih tinggi. - Kepuasan karir
Setiap orang ingin meraih kemajuan termasuk kemajuan dalam meniti karir. Ukuran
keberhasilan yang digunakan memang berbeda-beda. Perbedaan tersebut merupakan
akibat tingkat kepuasan seseorang yang berlainan. Kepuasan dalam konteks karir tidak
selalu berarti keberhasilan dari berbagai faktor pembatas yang dihadapi seseorang,
karyawan puas apabila mencapai tingkat tertentu dalam karirnya atau seseorang bisa
puas karena mengetahui bahwa apa yang dicapainya itu sudah merupakan hasil yang
maksimal.
