Faktor-faktor Kepuasan Kerja


Herzberg (dalam Rivai, 2011), mengemukakan faktor motivator (satisfies) dan
dissatisfies (hygiene factors). Satisfies atau motivator factors adalah faktor-faktor atau
situasi yang dibutuhkan sebagai sumber kepuasan kerja. Dissatisfies atau hygiene factors
adalah faktor-faktor yang menjadi sumber ketidakpuasan.

  1. Satisfies (motivator)
    Faktor-faktor ini terdiri dari :
    a. prestasi/kemampuan pencapaian (kesempatan berprestasi),
    b. pengakuan (kesempatan memperoleh penghargaan),
    c. tanggung jawab,
    d. pekerjaan itu sendiri (pekerjaan yang menarik penuh tantangan),
    e. kemajuan/promosi, dan
    f. pekerjaan itu sendiri.
    Terpenuhinya faktor-faktor tersebut akan menggerakkan motivasi yang kuat sehingga
    dapat menghasilkan prestasi yang baik dan menimbulkan kepuasan, namun tidak
    terpenuhinya faktor tersebut tidak selalu menimbulkan ketidakpuasan.
  2. Dissatisfies atau hygiene factors
    Faktor-faktor ini terdiri dari :
    a. kebijakan perusahaan,
    b. mutu dari supervisi teknis (pengawasan),
    c. gaji/upah,
    d. hubungan antarpribadi (relasi interpersonal atasan-bawahan maupun rekan kerja
    sejawat, interaksi dengan karyawan lain),
    e. kondisi pekerjaan (kondisi fisik lingkungan kerja),
    f. keamanan pekerjaan dan
    g. status.
    Perbaikan terhadap situasi (faktor hygiene) ini akan mengurangi atau menghilangkan
    ketidakpuasan, namun tidak mendorong timbulnya kepuasan, karena bukan merupakan
    sumber kepuasan kerja.
    Menurut Rivai (2011) ada dua faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja yaitu
    faktor yang ada pada diri karyawan (faktor intrinsik) dan faktor pekerjaannya (faktor
    ekstrinsik).
  3. Faktor yang ada pada diri karyawan atau intrinsik
    meliputi kecerdasan intelektual, kecakapan khusus, usia, jenis kelamin, kondisi fisik,
    pendidikan, pengalaman kerja, masa kerja, kepribadian, emosi, ketahanan, cara berpikir,
    persepsi, dan sikap kerja.
  4. Faktor pekerjaan atau ekstrinsik
    meliputi jenis pekerjaan, struktur organisasi, pangkat (golongan), kedudukan, mutu
    pengawasan, jaminan finansial, kesempatan promosi jabatan/kesempatan peningkatan
    karir, interaksi sosial, dan hubungan kerja