Berdasarkan Kreitner & Kinicki dalam Feri et al. (2020) variabel kepuasn
kerja memiliki beberapa faktor yang mempengaruhi kemunculannya, yakni
sebagai berikut:
a. Terpenuhinya kebutuhan (Need fulfillment), fleksibilitas kerja dapat
membantu individu memenuhi kebutuhan pribadi dan profesional mereka,
sehingga meningkatkan kepuasan kerja.
b. Perbedaan (Discrepancies), yaitu fleksibilitas kerja dapat mengurangi
perbedaan antara harapan dan kenyataan dalam pekerjaan, membantu
karyawan merasa lebih puas jika mereka dapat menyesuaikan jadwal kerja
dengan kebutuhan pribadi.
c. Pencapaian nilai (Value attainment), jika individu dapat memenuhi nilai
mereka yang berhubungan dengan rasa seimbang diantara kehidupan kerja
dengan adanya fleksibilitas kerja dari perusahaan, dikarenakan
meningkatkan kepuasan kerja.
d. Keadilan (Equity), fleksibilitas kerja yang adil dan merata di antara
karyawan dapat meningkatkan rasa keadilan, yang pada gilirannya dapat
meningkatkan kepuasan kerja.
e. Komponen genetik (genetic components), keyakinan akan sebuah kepuasan
kerja merupakan sifat individu yang berperan sebagai faktor yang bersifat
genetik. Meskipun lebih berkaitan dengan sifat pribadi, individu dengan
kecenderungan guna menghargai keseimbangan kehidupan kerja mungkin
lebih merasa puas jika mereka memiliki fleksibilitas dalam pekerjaan.
Selain faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja, Kreitner dan
Kinicki dalam Hajani & Andani (2020) juga mengidentifikasi beberapa faktor
penentu kepuasan kerja, sebagai berikut:
a. Pekerjaan itu sendiri (work it self)
Setiap pekerjaan memperhatikan keterampilan khusus sepadan dengan
bidang yang ditekuni. Tingkat kerumitan suatu pekerjaan bahwasanya
diperlukan kemampuan individu untuk menyelesaikan pekerjaan dapat
berdampak pada tingkat kepuasan kerja, baik meningkatkan maupun
sebaliknya.
b. Hubungan dengan atasan (supervision)
Kepemimpinan yang konsisten memiliki berhubungan yang erat pada
kepuasan kerja, salah satunya melalui rasa saling mengahargai
(consideration). Hubungan yang efektif menunjukkan sejauh mana atasan
dapat mendukung karyawan dalam memenuhi nilai-nilai penting yang
mereka anggap relevan dalam pekerjaan. Didasarkan pada ketertarikan
antar individu, yang membuat keduanya memiliki pandangan yang serupa,
misalnya kepuasan kerja dengan atasan akan lebih tinggi apabila kedua
hubungan ini berjalan dengan baik.
c. Rekan kerja (workers)
Rekan kerja merupakan elemen penting yang berhubungan antara karyawan
dengan atasan dan rekan kerja lainnya, baik yang memiliki pekerjaan
serupamaupun berbeda. Kualitas hubungan antar sesama karyawan juga
mempengaruhi kepuasan kerja secara keseluruhan.
d. Promosi (promotion)
Promosi adalah elemen yang berkaitan pada peluang untuk mendapatkan
kemajuan dalam peningkatan karir selama masa kerja. Kesempatan untuk
naik jabatan ini sering kali menjadi indikator motivasi dan kepuasan kerja
bagi karyawan.
e. Gaji atau upah (pay)
Upah artinya faktor yang berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kebutuhan hidup karyawan secara layak. Besaran gaji yang
diterima karyawan sangat berpengaruh terhadap persepsi mereka mengenai
kesejahteraan dan kepuasan dalam pekerjaan.
