Kawiana (2020) membagi empat tipe budaya organisasi sebagai berikut:
1) Budaya Kekuasaan
Budaya ini menekankan pada sekelompok kecil pemimpin yang memiliki
banyak kekuasaan dalam mengarahkan organisasi. Karyawan merasa perlunya
aturan dan pemimpin yang tegas dalam menetapkan kebijakan Contohnya, di
perusahaan dengan budaya kekuasaan, keputusan strategis cenderung dibuat
oleh pimpinan puncak dengan sedikit partisipasi dari karyawan tingkat bawah.
2) Budaya Peran
Budaya ini berkaitan dengan prosedur birokratis dan peran yang jelas dalam
organisasi, memberikan kepastian dalam tugas dan fungsi setiap anggota.
Struktur organisasi cenderung hierarkis dengan pembagian kerja yang spesifik.
Contohnya, di lembaga pemerintahan atau perusahaan BUMN, budaya peran
seringkali ditemukan.
3) Budaya Pendukung
Budaya ini berusaha mengintegrasikan nilai-nilai bersama dalam organisasi
yang ditentukan oleh pemimpin melalui visi dan misi. Pemimpin berperan
sebagai mentor dan fasilitator bagi karyawan. Komunikasi terbuka dan
kerjasama tim sangat dihargai. Startup dan perusahaan teknologi cenderung
mengadopsi budaya pendukung.
4) Budaya Prestasi
Budaya ini mendorong anggota organisasi untuk bersaing dalam mencapai
keberhasilan, sehingga mereka berusaha untuk menjadi lebih baik dalam
pekerjaan mereka. Inovasi, orientasi pada hasil, dan pengambilan risiko
didorong dalam budaya ini. Contohnya, perusahaan sales dan marketing
seringkali memiliki budaya prestasi yang kuat.
