Organizational citizenship behavior menggambarkan perilaku
karyawan yang bekerja melebihi kewajibannya secara sukarela tanpa
adanya tuntutan dalam deskripsi pekerjaan resmi, sehingga tindakan ini
merupakan hasil kesadaran dan pilihan pribadi individu untuk
berkontribusi lebih pada organisasi. Karyawan dengan tingkat
keterikatan dan komitmen emosional terhadap organisasi tempat
mereka bekerja menunjukkan perilaku melebihi peran yang seharusnya
(3). Organizational citizenship behavior adalah tindakan sukarela yang
dilakukan di luar deskripsi kerja formal dan tidak secara langsung
mendapat apresiasi melalui sistem penghargaan organisasi, tetapi
berpengaruh besar terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Dalam perkembangannya, konsep organizational citizenship
behavior dipahami sebagai perilaku karyawan melebihi kewajibannya
yang tidak tercantum dalam aturan formal organisasi, namun secara
agregat meningkatkan efektivitas organisasi, seperti membantu rekan
kerja, mematuhi aturan tanpa pengawasan, serta berpartisipasi aktif
dalam kegiatan organisasi. Organizational citizenship behavior harus
berada dalam kendali individu, tidak diatur secara formal, dan tetap
memberikan kontribusi bagi keberlangsungan organisasi (1). Perilaku
ini terbukti meningkatkan kinerja melalui kontribusi individu terhadap
efektivitas kelompok, memperkuat hubungan sosial antar pegawai,
serta meningkatkan komitmen pada organisasi
2) Faktor yang memengaruhi Organizational Citizenship Behavior
Terdapat faktor eksternal yang memengaruhi organizational
citizenship behavior (3). Adapun faktor tersebut sebagai berikut :
a. Gaya kepemimpinan: Gaya kepemimpinan merupakan bentuk perilaku
yang ditunjukkan oleh seorang pemimpin dalam memengaruhi
karyawan. Penerapan gaya kepemimpinan yang tepat mampu
menciptakan suasana kerja yang kondusif serta mendorong karyawan
untuk menampilkan perilaku organizational citizenship behavior.
b. Kepuasan kerja: Karyawan yang merasa puas dengan pekerjaan mereka
cenderung memiliki pandangan positif terhadap organisasi, yang
mendorong mereka untuk menunjukkan organizational citizenship
behavior. Kepuasan kerja mencerminkan sejauh mana harapan
karyawan sesuai dengan realitas yang mereka alami di tempat kerja
3) Indikator Organizational Citizenship Behavior
Terdapat lima indikator organizational citizenship behavior (3).
Adapun indikator tersebut sebagai berikut:
a. Altruisme
Merupakan kecenderungan karyawan untuk secara sukarela
memberikan bantuan kepada rekan kerja yang mengalami kesulitan,
baik terkait pelaksanaan tugas organisasi maupun permasalahan
pribadi.
b. Disiplin Tinggi
Menggambarkan perilaku karyawan yang berupaya melaksanakan
tugas melebihi standar yang ditetapkan organisasi. Tindakan ini
dilakukan secara sukarela di luar kewajiban utama, dengan tetap
mematuhi aturan dan prosedur kerja yang berlaku.
c. Kebajikan Warga Organisasi
Mencerminkan partisipasi aktif karyawan dalam berbagai kegiatan
organisasi serta kepedulian terhadap keberlangsungan dan
perkembangan organisasi di masa depan.
d. Sportivitas
Menunjukkan sikap positif karyawan dalam menerima kondisi
organisasi yang kurang ideal, dengan tidak mudah mengeluh ataupun
mempermasalahkan keputusan yang diambil manajemen.
e. Kesantunan
Mengacu pada perilaku menjaga hubungan harmonis dengan rekan
kerja guna mencegah timbulnya konflik. Karyawan dengan sifat ini
cenderung menunjukkan rasa hormat, perhatian, serta kepedulian
terhadap orang lain.
