Keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja (job
performance) karyawan, untuk itu setiap perusahaan akan berusaha untuk
meningkatkan kinerja karyawannya dalam mencapai tujuan organisasi
yang telah ditetapkan. Pengertian kinerja dapat dimaknai secara beragam,
beberapa pakar memandangnya sebagai hasil dari suatu proses
penyelesaian pekerjaan, sementara sebagian yang lain memahaminya
sebagai perilaku yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Berikut ini adalah beberapa definisi kinerja yang dirangkum dari beberapa
sumber:
1) Menurut Hasibuan dalam Engla Dika (2017) menjelaskan kinerja
karyawan adalah suatu hasil kerja yang dapat dicapai seseorang dalam
melaksanakan tugas – tugas yang di bebankan kepadanya didasarkan
atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, serta waktu yang
ditetapkan.
2) Menurut Deviandra (2018), Prestasi atau kinerja adalah catatan
tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan
tertentu atau kegiatan selama kurun waktu tertentu. Kinerja maupun
prestasi kerja mengandung substansi pencapaian hasil kerja oleh
seseorang.
3) Kinerja menurut Mangkunegara dalam Ana Suzana (2017),
mendefinisikan bahwa kinerja karyawan sebagai prestasi kerja atau
hasil kerja (output) baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai
karyawan persatuan periode dalam melaksanakan tugas kerjanya
sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
4) Menurut Sedarmayanti dalam Septiadi (2017), mengungkapkan
bahwa Kinerja merupakan hasil kerja seorang dalam pekerja, proses
kegiatan yang melibatkan seluruh anggota organisasi, yang mana hasil
kerja harus dapat dibuktkan secara nyata, dapat diukur (dibandingkan
pada standar yang ditetapkan).
5) Menurut Endah Rahayu (2018), Kinerja karyawan merupakan hasil
kerja baik secara kualitas maupun kuantitas, yang dicapai oleh
seseorang, sesuai dengan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya
