Pengertian Development Behavior


Dalam mengembangkan perilaku di mulai dari lingkungan itu sendiri salah
satunya perilaku organisasi. Perilaku organisasi hakikatnya adalah hasil-hasil interaksi
antara individu-individu sebagai pendukung organisasi tersebut. Perilaku organisasi ini
sebenarnya terbentuk dari hasil perilaku sebuah individu atau kelompok yang ada dalam
sebuah organisasi. Maka dari itu dapat dilihat bahwa ruang lingkup kajian ilmu perilaku
organisasi hanya terbatas pada dimensi internal dari suatu organisasi. Perilaku
organisasi juga di kenal sebagai studi tentang organisasi. Pengertian perilaku organisasi
secara umum adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang perilaku tingkat
individu dan tingkat kelompok dalam suatu organisasi serta dampaknya terhadap kinerja
baik kinerja individu, kelompok dan organisasi.
Lebih tepatnya perilaku individu dan kelompok terhadap organisasi,
maupun perilaku perilaku terhadap individu dengan individu dengan kelompok dan
kelompok dengan kelompok. Dengan adanya perilaku tersebut perlu adanya
pengembangan dari masing – masing individu.
Menurut (Miftah Thoha, 2015) perilaku manusia adalah salah satu sebagai
fungsi dari interaksi antara person atau individu dengan lingkungannya. Perilaku
individu membawa kedalam tatanan organisasi kemampuan, kepercayaaan pribadi,
pengharapan kebutuhan, dan pengalaman masa lalunya. Ini semua adalah karateristik
yang dipunyai individu, dan karateristik ini akan dibawa olehnya manakala ia akan
memasuki lingkungan baru, yakni organisasi atau lainnya. Organisasi juga merupakan
suatu lingkungan bagi individu mempunyai karateristik pula. Adapun karateristik yang
dipunyai organisasi diantaranya :

  1. Hasil-hasil pekerjaan
  2. Keteraturan dalam menyelasikan tugas
  3. Wewenang dan tanggungjawab
  4. Disiplin
  5. Rasa kepedulian (Empaty)
  6. Reward
  7. Pengendalian (controlling)
    Jika karateristik individu berinteraksi dengan karateristik organisasi maka akan
    terwujud perilaku individu dalam organisasi. Ini berarti bahwa seseorang individu
    dengan lingkungannya menentukan perilaku keduannya secara langsung. Individu
    dengan organisasi tidak jauh berbeda dengan pengertian ungkapan tersebut. Keduanya
    mempunyai sifat-sifat khusus atau karateristik tersendiri dan jika kedua karateristik ini
    berinteraksi maka akan menimbulkan perilaku individu dalam organisasi.
    Adapun hampiran atau pendekatan yang seringkali dipergunakan untuk memahami
    perilaku manusia yaitu, Hampiran Kognitif, hampiran reinforcement, dan psikoanalistis.
  8. Penekanan
    Hampiran kognitif menekankan mental internal seperti misalnya, berpikir
    dan menimbang. Penafsiran atau persepsi individu tentang lingkungannya
    dipertimbangkan lebih penting daripada lingkungan itu sendiri.
    Hampiran penguatan (reinforcement) menekankan pada peranan
    lingkungan dalam perilaku manusia. Lingkungan dipandang sebagai sebagai suatu
    sumber stimuli yang dapat menghasilkan dan memperkuat respon-respon perilaku.
    Hampiran psikoanalistis menekankan peranan sistem persoalan didalam
    menetukan sesuatu perilaku. Lingkungan dipertimbangkan sepanjang hanya sebagai
    ego yang berinteraksi dengannya untuk memuaskan keinginan-keinginan individu.
  9. Penyebab timbulnya perilaku
    Didalam hampiran kognitif, perilaku dapat dikatakan timbul dari
    ketidakseimbangan atau ketidaksesuian pada struktur kognitif, yang dapat
    dihasilkan dari persepsi-persepsi tentang lingkungan.
    Hampiran reinforcement menyatakan bahwa perilaku itu ditentukan oleh
    stimuli lingkungan yang baik sebelum terjadinya perilaku maupun sebagai hasil dari
    perilaku.
    Adapun menurut hampiran psikoanalistis, perilaku itu ditimbulkan oleh
    tegangan –tegangan (tensions) yang dihasilkan tidak tercapainya keinginankeinginan yang berasal dari individu
  10. Proses
    Hampiran kognitif menyatakan bahwa kognisi (pengetahuan dan
    pengalaman) adalah proses mental, yang menyempurnakan dan disempurnakan oleh
    struktur kognitif yang ada. Akibat adanya ketidakseimbangan atau ketidaksesuaian
    (inconsistency) didalam struktur, menghasilkan perilaku yamg dapat mengurangi
    ketidaksesuian tersebut.
    Dalam hampiran reinforcement, lingkungan yang beraksi dalam diri
    individu mengundang suatu respon ditentukan oleh keturunan dan sejarah
    reinforcement masa lalu. Sifat dari reaksi –reaksi lingkungan pada respon tersebut
    (seperti misalnya, positif, negative & netral) menentukan kecenderungankecenderungan perilaku individu dimasa yang akan datang.
    Dalam hampiran psikoanalitis, keinginan-keinginan dan harapan-harapan
    dihasilkan dalam individu dan kemudian diproses dan dikerjakan oleh ego (puas,
    kecewa, terkejut) dan dibawah pengamatan Superego. Hasil hasil perilaku dari
    keputusan ego tentang bagaiman memuaskan keinginan –keinginan individu dan
    hambatan-hambatan superego.
  11. Kepentingan masa lalu dalam menetukan perilaku
    Menurut hampiran psikoanalitis., masa lalu seseorang dapat menjadikan
    suatu penentu yang relative pentingbagi perilakunya. Sifat individu dan superego
    keduanya diturunkan dan kekuatan-kekuatan yang relatif dari individu, ego,dan
    superego adalah di tentukan oleh interaksi-interaksi dari pengembangan dimasa lalu.
    Hampiran kognitif tidak memperhitungkan masa lalu. Pengalaman masa
    lalu hanya menentukan pada struktur kognitif. Adapun perilaku adalah suatu fungsi
    dari pernyataan –pernyataan masa sekarang dari sistem kognitif seseorang, dengan
    tanpa memperhatikan bagaimana pernyataan-pernayataan itu bisa masuk kedalam
    sistem tersebut.
    Teori reinforcement, bersifat historis. Suatu respon seseorang pada Suatu
    stimulus tertentu adalah menjadi suatu fungsi dari sejarah lingkungannya (misalnya
    bagaimana seringnya dan dengan cara apa suatu respon dihargai pada masa lalu).
  12. Tingkat dari kesadaran
    Didalam hampiran kognitif memang ada aneka ragam tingkatan kesadaran,
    tetapi dalam kegiatan mental yangsadar seperti, mengetahui,berpikir, dan
    memahami adalah dipertimbangkan sangat penting.
    Dalam teori reinforcement tidak ada perbedaan antara sadar dan tidak
    sadar. Dalam kenyataannya, biasanya aktivitas mental dihubungkan dengna kasus
    kekuasan apapun. Aktivitas mental seperti berpikir dan berperasaan dapat saja
    diikuti dengan perilaku yang terbuka. Tetapi hal tersebut bukan berarti bahwa
    berpikir dan berperasaan dapat menyebabkan terjadinya perilaku terbuka.
    Dalam hampiran psikoanalitis hamper sebgaian besar aktivitas mental
    adalah tidak sabar. Aktivitas tidak sadar dari individu dan superego secera luas
    menentukan perilaku.
  13. Data
    Didalam hampiran kognitif, data atas sikap-sikap,nilai-nilai pengertian, dan
    pengharapan pada dasarnya dikumpulkan lewat survey dan kuisoner
    Hampiran reinforcement mengukur stimuli lingkungan dan respon materi
    fisik yang dapat diamati, lewat observasi langsung dengna pertolongan sarana
    teknologi