Pengertian Kinerja Karyawan


Menurut Mangkunegara bahwa kinerja berasal dari kata job
performance yang berarti prestasi kerja sesungguhnya yang dicapai
seseorang dalam menyelesaikan tugas dan tujuan organisasi. Teori
mangkunegara dirumuskan dengan human performance = ability +
motivation, yang mana motivation = attitude + situation, dan ability =
knowledge + skill (5). Kinerja seseorang akan optimal jika individu
memiliki kemampuan yang memadai serta motivasi yang kuat, yang
didukung oleh sikap positif dan situasi kerja yang kondusif. Berarti jika
kemampuan seseorang tinggi tetapi motivasi rendah, maka kinerja tidak
optimal dan sebaliknya jika motivasi tinggi tanpa kemampuan yang
memadai dapat menghambat pencapaian kinerja unggul.
Menurut Mitchel dalam buku sedamayanti menjelasakan bahwa
kinerja karyawan secara objektif dan akurat dapat dievaluasi melalui
tolak ukur kinerja, pengukuran tersebut yang berarti memberi
kesempatan bagi karyawan untuk mengetahui bagaimana cara karyawan
dalam melaksanakan tugasnya sehingga menunjukkan kinerja mereka. Menurut Robbins dalam buku perilaku organisasi menyatakan
bahwa kinerja = F(A x M x O), kinerja merupakan fungsi dari
kemampuan atau abibility (A), motivasi atau motivation (M), dan
kesempatan atau opportunity (O) (23). Artinya menekankan bahwa ketiga
elemen tersebut harus hadir dan bekerja secara bersama untuk
menghasilkan kinerja yang optimal. Jika terdapat salah satu dari ketiga
elemen tidak terpenuhi atau rendah maka kinerja individu akan
terpengaruh