Keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih
alternatif. Seorang konsumen yang hendak melakukan pilihan maka ia
harus memiliki pilihan alternatif (Schiffman dan Kanuk, 2021). Setiadi
(2021) menyatakan pengambilan keputusan (consumer decision making)
adalah proses pengintegrasian yang mengombinasikan pengetahuan untuk
mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu
diantaranya. Semua aspek pengaruh dan kondisi terlibat dalam
pengambilan keputusan konsumen, termasuk pengetahuan, arti
kepercayaan pelanggan yang diaktifkan dari ingatan serta perhatian dan
pemahaman yang terlibat dalam penerjemahan baru di lingkungan. Inti
dari pengambilan keputusan konsumen adalah proses pengintegrasian yang
mengombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih
perilaku alternatif, dan memilih salah satu di antaranya. Hasil dari proses
pengintegrasian ini ialah suatu pilihan, yang disajikan secara kognitif
sebagai keinginan berperilaku.
Pengambilan keputusan konsumen sebagai suatu pemecahan
masalah dan mengasumsikan bahwa konsumen memiliki sasaran yang
ingin dicapai atau dipuaskan (Setiadi, 2021). Seorang konsumen
menganggap sesuatu ialah “masalah” karena konsekuensi yang
diinginkannya belum dapat tercapai. Konsumen membuat keputusan
perilaku mana yang ingin dilakukan untuk dapat mencapai sasaran mereka,
dan dengan demikian memecahkan masalahnya.
