Kepercayaan pelanggan sebagai pondasi dari bisnis. Suatu
transaksi bisnis antara dua pihak atau lebih akan terjadi apabila masing–
masing saling mempercayai (Rahmadi dan Malik, 2019). Kepercayaan
pelanggan ini tidak begitu saja dapat diakui oleh pihak lain atau mitra
bisnis, melainkan harus dibangun mulai dari awal dan dapat dibuktikan.
Kepercayaan pelanggan menjadi lebih penting dalam dunia online jika
dibandingkan dengan offline karena transaksi dalam online mengandung
informasi yang sensitif dan pihak yang terlibat dalam transaksi keuangan
mengkhawatirkan akses terhadap file penting dan informasi yang dikirim
melalui internet (Afghani dan Yulianti, 2019).
Kepercayaan pelanggan membantu pengguna untuk mengatasi
kekhawatiran yang dihadapinya dan mendorong mereka untuk mengadopsi
produk refusbish (Priyono, 2020). Kepercayaan pelanggan adalah
kepercayaan pelanggan pihak tertentu terhadap yang lain dalam
melakukan hubungan transaksi berdasarkan suatu keyakinan bahwa orang
yang dipercayainya tersebut memiliki segala kewajibannya secara baik
sesuai yang diharapkan (Priansa, 2020).
Kepercayaan pelanggan konsumen dapat dipahami sebagai
kesediaan satu pihak untuk menerima risiko dari tindakan pihak lain
berdasarkan harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan penting
untuk pihak yang mempercayainya, terlepas dari kemampuan untuk
mengawasi dan mengendalikan tindakan pihak yang dipercaya (Mayer et
al., 2020).
