Pengertian Kecerdasan Spiritual


Zohar dan Marshall (2001) mendefinisikan kecerdasan spiritual
sebagai rasa moral, kemampuan menyesuaikan aturan yang kaku dibarengi
dengan pemahaman dan cinta serta kemampuan untuk melihat kapan cinta dan
pemahaman sampai pada batasannya, juga memungkinkan bergulat dengan
ihwal baik dan jahat, membayangkan yang belum terjadi serta mengangkat
dari kerendahan. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi
dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu menempatkan perilaku dan
hidup manusia dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, serta menilai
bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan
dengan orang lain.
Trihandini, (2005) mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai
perasaan instuisi yang dalam terhadap keterhubungan dengan dunia luas di
dalam hidup manusia.Agustian (2006) mendefinisikan kecerdasan spiritual
adalah kemampuan memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan
kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju
manusia yang seutuhnya dan memiliki pola pemikiran integralistik serta
berprinsip hanya karena Allah. Kecerdasan spiritual dapat memfasilitasi
dialog antara pikiran dan emosi, antara jiwa dan tubuh. Kecerdasan spiritual
juga dapat membantu seseorang untuk dapat melakukan transedensi diri.
Dalam penelitiannya membedakan kecerdasan spiritual dengan religiusitas di
dalam lingkungan kerja. Religiusitas lebih ditujukan pada hubungannya
dengan Tuhan sedangkan kecerdasan spiritual lebih terfokus pada suatu
hubungan yang dalamdan terikat antara manusia dengan sekitarnya secara
luas.
Asih (2004) menjelaskan bahwa kecerdasan spiritual digunakan untuk
menghadapi masalah-masalah eksistensial, yaitu ketika orang secara pribadi
merasa terpuruk, terjebak oleh kebiasaan, kekhawatiran dan masalah masa
lalu akibat penyakit dan kesedihan. Kecerdasan spiritual dapat juga
menjadikan orang lebih cerdas secara spiritual dalam beragama, artinya
seseorang yang memiliki kecerdasan tinggi mungkin menjalankan agamanya
tidak secara picik, ekslusif, fanatic atau prasangka. Kecerdasan spiritual juga
memungkinkan orang untuk menyatukan hal-hal yang bersifat intrapersonal
dan interpersonal, serta menjembatani kesenjangan antara diri sendiri dan
orang lain. Seorang yang memiliki kecerdasan spiritual tinggi cenderung
menjadi seorang pemimpin yang penuh pengabdian, bertanggungjawab untuk
membawakan visi dan nilai yang lebih tinggi kepada orang lain, dan bisa
memberi inspirasi kepada orang lain.