Menurut Sedarmayanti (2009) lingkungan kerja nonfisikadalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan denganhubungan kerja, baik dengan atasan maupun dengan sesama rekankerja, ataupun dengan bawahan. Sedangkan menurut Nitisemito (2000) lingkungan kerjanon fisik juga mencerminkan kondisi yang mendukung kerjasama
antara tingkat atasan dengan bawahan maupun sesama rekankerjayang memiliki status jabatan sama di perusahaan. Kondisi yangdiciptakan perusahaan terkait dengan lingkungan kerja nonfisikmeliputi suasana kekeluargaan, komunikasi yang baik antara atasandengan bawahan dan pengendalian diri. Menurut Ahyari (2001) faktor lain dalamlingkungankerjanon fisik yang tidak boleh diabaikan adalah hubungan karyawandi
dalam perusahaan yang bersangkutan tersebut. Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwalingkungan kerja non fisik adalah kondisi lain dari lingkungankerja fisik yang berkaitan dengan hubungan kerja karyawanyangdapat mempengaruhi produktivitasnya. Berikut ini penjelasan mengenai indikator lingkungankerjanon fisik dalam Sedarmayanti (2009) :
a. Hubungan Atasan dengan Bawahan
Hubungan atasan dengan bawahan terjadi saat atasan memberikantugas-tugas untuk dikerjakan bawahannya. Menurut Hariandja(2002) penyampaian informasi dari pimpinan ke bawahanbisameliputi banyak hal seperti tugas-tugas yang harus dilakukanbawahan, kebijakan organisasi, tujuan-tujuan yang ingin dicapai
dan adanya perubahan-perubahan kebijakan. Hubunganatauinteraksi antara atasan dengan bawahan harus di jaga denganharmonis dan saling menjaga etika serta menghargai satusamalain agar terciptanya lingkungan kerja yang nyaman. Lingkungankerja yang nyaman akan membuat kedua belah pihak antara atasandan bawahan dapat saling meningkatkan kinerjanya. b. Hubungan antar Karyawan
Hubungan antar karyawan dalam lingkungan kerja dalamperusahaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan sebabyang mana akan menimbulkan tingkat kepuasan kinerja karyawan.
situasi lingkungan dalam menyelesaikan pekerjaan dan interaksi
antar karyawan demi untuk menciptakan kelancaran kerja. Menurut Hariandja (2002) hubungan antar karyawan adalahhubungan kesamping antara karyawan dengan tingkat yangsamadalam organisasi tetapi mereka mempunyai tugas yang berbeda. Menjalin hubungan yang baik dan harmonis sesama karyawanmerupakan sarana untuk dapat lebih meningkatkan produktivitasdan kinerja karyawan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalammenciptakan suasana lingkungan kerja yang baik dengankaryawan lainnya, maka pekerjaan akan lebih cepat selesai danmenghasilkan kinerja yang lebih baik, karena setiap kesalahanyang terjadi dapat di evaluasi oleh karyawan yang lain.
