Kinerja Pegawai


Setiap individu yang bekerja dan organisasi yang beroperasi pasti
berorientasi pada visi, tujuan dan sasaran tertentu. Organisasi pasti
mengetahui apa yang dihadapkan pada customer atau klien selama waktu
tertentu sebagaimana tergambar dalam visi organisasinya, dan individu
juga seharusnya tahu apa yang menjadi sasaran atau target dari
pekerjaannya selama kurun waktu tertentu.
Prawirisentono, (2009:193), mengemukakan bahwa kinerja dalam
menjalankan tugasnya tidak berdiri sendiri, ia berhubungan dengan
kepuasan dan tingkat imbalan atau harapan. Kinerja yang baik dipengaruhi
oleh kemampuan (knowledge dan skill) dan motivasi (attitude dan
situation) seseorang.
Menurut Wirawan (2009: 67) “Standar kinerja adalah target, sasaran,
tujuan upaya kerja karyawan dalam kurun waktu tertentu. Dalam
melaksanakan pekerjaannya, karyawan harus mengarahkan semua tenaga,
pikiran, ketrampilan, pengetahuan, dan waktu kerjanya untuk mencapai
apa yang ditentukan oleh standar kinerja”.
Sedangkan menurut Suyadi Prawirosentono (2008: 27), kinerja dapat
dinilai atau diukur dengan beberapa indikator yaitu:
3

  1. Efektifitas yaitu bila tujuan kelompok dapat dicapai dengan kebutuhan
    yang direncanakan.
  2. Tanggung jawab merupakan bagian yang tak terpisahkan atau sebagai
    akibat kepemilikan wewenang.
  3. Disiplin yaitu taat pada hukum dan aturan yang berlaku. Disiplin
    karyawan adalah ketaatan karyawan yang bersangkutan dalam
    menghormati perjanjian kerja dengan perusahaan dimana dia bekerja.
  4. Inisiatif berkaitan dengan daya pikir, kreatifitas dalam bentuk suatu ide
    yang berkaitan tujuan perusahaan. Sifat inisiatif sebaiknya mendapat
    perhatian atau tanggapan perusahaan dan atasan yang baik. Dengan
    perkataan lain inisiatif karyawan merupakan daya dorong kemajuan
    yang akhirnya akan mempengaruhi kinerja karyawan.
    Kinerja pegawai atau karyawan mempunyai hubungan erat dengan
    kinerja organisasi karena tujuan organisasi hanya dimungkinkan oleh
    upaya para pelaku yang terdapat dalam organisasi. Kinerja individual
    adalah dasar kinerja organisasi dengan demikian, bila kinerja pegawai atau
    karyawan baik, maka kinerja organisasi akan baik pula.
    Menurut Irawan dkk. (2007:11) yang dimaksud dengan kinerja
    (perfomance) adalah hasil kerja yang bersifat konkrit, dapat diukur, dan
    dapat diamati. Lebih lanjut dikatakan bahwa kinerja bersifat aktual (riil)
    sedang tujuan bersifat ideal. Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh
    seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan
    wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya
    mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar
    hukum dan sesuai dengan moral atau etika (Prawirosentono, 2009:12)