Menurut Sedarmayanti (2015) motivasi kerja dapat diukur dengan menggunakan beberapa
indikator yaitu:
- Gaji (Salary)
Bagi pegawai, gaji merupakan faktor penting untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri
dan keluarga. Gaji selain berfungsi sebagai memenuhi kebutuhan pokok bagi setiap
pegawai juga dimaksudkan untuk menjadi daya dorong bagi pegawai agar dapat
bekerja dengan penuh semangat. Tidak ada satu organisasi pun yang dapat
memberikan kekuatan baru kepada tenaga kerjanya atau meningkatkan produktivitas,
jika tidak memiliki sistem kompensasi yang realistis dan gaji bila digunakan dengan
benar akan memotivasi pegawai. - Hubungan Kerja
Untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik, haruslah didukung oleh suasana
kerja atau hubungan kerja yang harmonis yaitu terciptanya hubungan yang akrab,
penuh kekeluargaan dan saling mendukung baik hubungan antara sesama pegawai
atau anatara pegawai dengan atasan. Menusia sebagai makhluk sosial akan selalu
membutuhkan hubungan dengan orang lain, baik di tempat kerja maupun di luar
lingkungan kerja. - Pengakuan atau Penghargaan (Recognitition)
Setiap manusia mempunyai kebutuhhan terhadap rasa ingin dihargai. Pengakuan
terhadap prestasi merupakan alat motivasi yang cukup ampuh, bahkan bisa melebihi
kepuasan yang bersumber dari pemberian kompensasi. Seseorang yang memperoleh
pengakuan atau penghargaan akan dapat meningkatkan semangat kerjanya.
Kebutuhan akan harga diri/penghormatan lebih bersifat individual atau mencirikan
pribadi, ingin dirinya dihargai atau dihormati sesuai dengan kapasitasnya
(kedudukannya). Sebaliknya setiap pribadi tidak ingin dianggap drinya lebih rendah
dari yang lain. Oleh sebab itu pimpinan yang bijak akan selalu memberikan
pengakuan atau penghargaan kepada pegawai yang telah menunjukkan prestasi
membanggakan sebagai faktor motivasi yang efektif bagi peningkatan prestasi kerja
pegawainya. - Keberhasilan (Achivement)
Setiap orang tentu menginginkan keberhasilan dalam setiap kegiatan/tugas yang
dilaksanakan. Pencapaian prestasi atau keberhasilan (achivement) dalam melakukan
suatu pekerjaan akan menggerakkan yang bersangkutan untuk melakukan tugastugas berikutnya. Dengan demikian prestasi yang dicapai dalam pekerjaan akan
menimbulkan sikap positif, yang selalu ingin melakukan pekerjaan dengan penuh
tantangan. Seseorang yang memiliki keinginan berprestasi sebagai suatu kebutuhan
dapat mendorongnya untuk mencapai sasaran. Kebutuhan berprestasi biasanya
dikaitkan dengan sikap positif dan keberanian mengambil resiko yang diperhitungkan
untuk mencapat sasaran yang telah ditentukan.
