Indikator Motivasi Kerja


Menurut Sedarmayanti (2015) motivasi kerja dapat diukur dengan menggunakan beberapa
indikator yaitu:

  1. Gaji (Salary)
    Bagi pegawai, gaji merupakan faktor penting untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri
    dan keluarga. Gaji selain berfungsi sebagai memenuhi kebutuhan pokok bagi setiap
    pegawai juga dimaksudkan untuk menjadi daya dorong bagi pegawai agar dapat
    bekerja dengan penuh semangat. Tidak ada satu organisasi pun yang dapat
    memberikan kekuatan baru kepada tenaga kerjanya atau meningkatkan produktivitas,
    jika tidak memiliki sistem kompensasi yang realistis dan gaji bila digunakan dengan
    benar akan memotivasi pegawai.
  2. Hubungan Kerja
    Untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik, haruslah didukung oleh suasana
    kerja atau hubungan kerja yang harmonis yaitu terciptanya hubungan yang akrab,
    penuh kekeluargaan dan saling mendukung baik hubungan antara sesama pegawai
    atau anatara pegawai dengan atasan. Menusia sebagai makhluk sosial akan selalu
    membutuhkan hubungan dengan orang lain, baik di tempat kerja maupun di luar
    lingkungan kerja.
  3. Pengakuan atau Penghargaan (Recognitition)
    Setiap manusia mempunyai kebutuhhan terhadap rasa ingin dihargai. Pengakuan
    terhadap prestasi merupakan alat motivasi yang cukup ampuh, bahkan bisa melebihi
    kepuasan yang bersumber dari pemberian kompensasi. Seseorang yang memperoleh
    pengakuan atau penghargaan akan dapat meningkatkan semangat kerjanya.
    Kebutuhan akan harga diri/penghormatan lebih bersifat individual atau mencirikan
    pribadi, ingin dirinya dihargai atau dihormati sesuai dengan kapasitasnya
    (kedudukannya). Sebaliknya setiap pribadi tidak ingin dianggap drinya lebih rendah
    dari yang lain. Oleh sebab itu pimpinan yang bijak akan selalu memberikan
    pengakuan atau penghargaan kepada pegawai yang telah menunjukkan prestasi
    membanggakan sebagai faktor motivasi yang efektif bagi peningkatan prestasi kerja
    pegawainya.
  4. Keberhasilan (Achivement)
    Setiap orang tentu menginginkan keberhasilan dalam setiap kegiatan/tugas yang
    dilaksanakan. Pencapaian prestasi atau keberhasilan (achivement) dalam melakukan
    suatu pekerjaan akan menggerakkan yang bersangkutan untuk melakukan tugastugas berikutnya. Dengan demikian prestasi yang dicapai dalam pekerjaan akan
    menimbulkan sikap positif, yang selalu ingin melakukan pekerjaan dengan penuh
    tantangan. Seseorang yang memiliki keinginan berprestasi sebagai suatu kebutuhan
    dapat mendorongnya untuk mencapai sasaran. Kebutuhan berprestasi biasanya
    dikaitkan dengan sikap positif dan keberanian mengambil resiko yang diperhitungkan
    untuk mencapat sasaran yang telah ditentukan.