Keputusan Pembelian


Kehidupan manusia tidak lepas dari melakukan jual beli. Sebelum melakukan
pembelian, seseorang biasanya akan melakukan keputusan pembelian terlebih dahulu
terhadap suatu produk. Keputusan pembelian merupakan kegiatan individu yang
secara langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian
terhadap produk yang ditawarkan oleh penjual. Kotler dalam Rizki (2023:80)
keputusan pembelian yaitu beberapa tahapan yang dilakukan oleh konsumen sebelum
melakukan keputusan pembelian suatu produk
Schiffman dan Kanuk dalam Meithiana (2019:70) mendefinisikan keputusan
pembelian konsumen merupakan seleksi terhadap dua pilihan alternatif atau lebih,
dengan perkataan lain, pilihan alternatif harus tersedia bagi seseorang ketika
mengambil keputusan. Sebaliknya, jika konsumen tersebut tidak mempunyai
alternatif untuk memilih dan benar-benar terpaksa melakukan pembelian tertentu dan
tindakan tertentu, maka keadaan tersebut bukan merupakan suatu keputusan.
Menurut Howard dalam Meithinia (2019:71) menyatakan bahwa pembelian
konsumen dapat ditinjau sebagai kegiatan penyelesaian suatu masalah dan terdapat
tiga macam situasi yaitu perilaku responsi rutin, penyelesaian masalah terbatas, dan
penyelesaian masalah ekstensif. Ketiga macam situasi tersebut dijelaskan sebagai
berikut:
a. Perilaku responsi rutin
Jenis perilaku pembelian yang saling sederhana terhadap dalam satu pembelian
yang berharga murah dan sering dilakukan. Dalam hal ini pembeli sudah
memahami merek-merek dan ciri-cirinya. Mereka tidak selalu membeli merek
yang sama, misalnya karena persediaannya terbatas atau sebab lainnya. Namun
secara keseluruhan, Pembeli tidak memerlukan banyak pikiran, waktu, atau
tenaga setiap harinya.
b. Penyelesaian masalah terbatas
Pembelian menjadi lebih kompleks ketika pembeli tidak mengetahui merek
jenis produk pilihannya dan memerlukan informasi lebih lanjut sebelum
mengambil keputusan pembelian..
c. Penyelesaian masalah ekstensif
Suatu pembeli akan menjadi sangat kompleks jika pembeli menjumpai jenis
produk yang kurang dipahami dan tidak mengetahui kriteria penggunaannya.
Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui kegiatan pengumpulan informasi
dan evaluasi dari para pembeli dan menunjang proses belajar pembeli, terhadap
atribut-atribut kelompok produk tersebut.