Brand image diartikan sebagai suatu penafsiran dari diri pelanggan
mengenai hal yang berkaitan dengan sebuah merek atau produk dimana
nantinya pemikiran dari konsumen akan menghasilkan perilaku untuk
memutuskan dalam memilih membeli produk yang mereknya sudah
dipercaya oleh konsumen tersebut (Kotler & Keller, 2016).
Suandayana & Setiawan (2018) menyatakan bahwa brand image
dapat dibagi menjadi tiga konstruk yaitu bersifat fungsional, simbolis,
dan eksperensial. Yang dimaksud dengan bersifat fungsional adalah
kemampuan fungsi dari suatu produk dalam membantu konsumen untuk
mengatasi permasalahannya dan juga untuk bisa mencegah masalah
yang potensial. Selanjutnya bersifat simbolis, dimana dapat diartikan
bahwa sebuah merek harus mampu memenuhi dan memuaskan segala
keinginan dan kebutuhan yang terdapat di dalam diri konsumen seperti
halnya pengakuan diri, nilai dalam diri, hingga status sosial. Kemudian
citra eksperensial adalah sebuah kondisi dimana seuatu merek atau
produk dapat memuaskan keberagaman konsumen sehingga konsumen
merasa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan terhadap produk
tersebut.
Berikut adalah indikator untuk mengukur brand image menurut
Riady (2022), yaitu :
- Merek mudah dikenali
Suatu produk perlu memiliki karakteristik yang
membedakannya dari produk lainnya agar dapat dengan mudah
dikenali oleh konsumen. - Reputasi merek yang baik
Reputasi yang baik menjadi keharusan bagi suatu produk
agar memberikan keyakinan kepada konsumen untuk memilih
produk yang dimiliki. Reputasi pada brand merupakan sebuah
pandangan pelanggan terhadap identitas produk dimana didasarkan
dari apa yang diketahui oleh konsumen terhadap produk. - Merek selalu diingat
Sebuah merek akan selalu diingat oleh konsumen apabila
merasa mudah setiap kali mengingat dan mengucapkan mereknya
serta merek akan selalu diingat apabila memiliki keunggulan produk
yang bisa menciptakan memori dalam pikiran konsumen mengenai
merek tersebut.
