Brand Image


Sebelum menjelaskan brand image, terlebih dahulu akan menjelaskan arti
brand (merek). Merek merupakan suatu unsur penting yang dapat membantu
proses pemasaran karena merek merupakan penanda atau pembeda antara satu
produk dengan produk yang lain. Menurut (Buchari, 2016) mendefinisikan merek
sebagai suatu tanda atau simbol yang memberikan identitas suatu barang atau jasa
tertentu, dapat berupa kata-kata, gambar atau kombinasi keduanya.
Menurut (Buchari, 2016), merek akan memberikan manfaat kepada:

  1. Produsen atau penjual
    a. Memudahkan penjual dalam mengolah pesanan-pesanan dan menekan
    masalah.
    b. Nama merek dan tanda dagang secara hokum akan melindungi
    penjual dalam pemalsuan cirri-ciri produk karena jika tidak
    demikian setiap pesaing akan meniru produk tersebut.
    c. Member peluang bagi penjual dalam kesetiaan konsumen pada
    produknya dengan menetapkan harga lebih tinggi.
    d. Membantu penjual dapat dibina dengan adanya merek yang baik.
    e. Memberikan pertahanan terhadap persaingan harga.
  2. Pembeli atau konsumen
    a. Dapat membedakan produk tanpa harus memeriksa secara teliti.
    b. Konsumen mendapat informasi tentang produk.
    c. Meningkatkan efisiensi.
    Secara umum image dapat diartikan sebagai karakteristik-karakteristik
    tertentu seperti manusia, semakin positif deskripsi tersebut
    semakin kuat brand image dan semakin banyak kesempatan bagi pertumbuhan
    merek itu (Gordon, 2002) Kemudian, menurut (Simamora, 2006) mengatakan
    bahwa image adalah persepsi yang relative konsisten dalam jangka panjang
    (enduring perception). Jadi tidak mudah untuk membentuk image, sehingga bila
    terbentuk sulit untuk mengubahnya.
    Brand Image adalah cerminan dari persepsi konsumen terhadap merek yang
    tebentuk dari informasi dan juga pengalaman masa lalu konsumen terhadap
    merek tersebut. Brand image itu sendiri menurut (Kotler, 2012) merupakan
    pemahaman konsumen mengenai merek secara keseluruhan, kepercayaan
    konsumen terhadap suatu merek tertentu dan bagaimana konsumen memandang
    suatu merek.
    Sedangkan (Durianto et al., 2004) menyatakan brand image adalah asosiasi
    brand saling berhubungan dan menimbulkan suatu rangkaian dalam ingatan
    konsumen. Brand image yang terbentuk di benak konsumen. Konsumen yang
    terbiasa menggunakan brand tertentu cenderung memiliki konsistensi terhadap
    brand image.