Menurut Kotler, Keller, Brady, Goodman, Hansen (2019), Sahney
(2016), Aaker (2011), dimensi-dimensi utama yang mempengaruhi dan
membentuk brand image, yaitu:
- Identitas merek (brand identity) yaitu ciri atau karakteristik yang
berhubungan dengan identitas merek atau logo produk, skema, warna
kemasan, bentuk dan label, motto atau slogan dan lain sebagainya.
Tujuan identitas merek guna untuk mempermudah konsumen dalam
mengenali produk dengan merek tertentu dan membedakan dengan
produk lain maupun merek pesaing. - Personalitas merek (brand personality) merupakan ciri khas atau
kualitas yang dimiliki sebuah merek guna mempermudah konsumen
maupun pelanggan dalam membedakannya dengan merek lain pada
kategori yang sama seperti karakter yang tegas, kemurahan senyuman,
kehangatan, rasa sayang, jiwa sosial, dinamis, kreatif, kemandirian, dan
lain sebagainya. - Asosiasi merek (brand association) merupakan sejumlah hal yang
terhubung dengan sebuah merek, termasuk penawaran produk khusus,
sponsorship dan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan, perhatian
terkait merek, simbol-simbol yang berbeda, dan makna yang terkait erat
dengan sebuah merek. - Sikap dan perilaku merek (brand attitude and behavior) yaitu seperti
halnya interaksi antara merek dengan pelanggannya dalam menawarkan
nilai atau manfaat produk, sikap dan perilaku merek berkaitan dengan
sikap atau perilaku komunikasi. Hal ini mencakup sikap dan perilaku
pelanggan, perilaku pemilik merek, perilaku karyawan perusahaan
pemilik merek, aktivitas dan atribut- atribut yang terkait dengan merek
saat berhubungan dengan pelanggan.
Menurut Caputo (2021) dan Aaker (2020), bahwa persepsi
konsumen atas citra merek terbentuk dari informasi yang terkait dengan
merek atau berbagai jenis asosiasi yang dimiliki pelanggan dengan merek
membentuk kesan mereka terhadap merek tersebut. Citra suatu merek
dibentuk oleh berbagai asosiasi merek, beberapa diantaranya adalah sebagai
berikut : - Keunggulan Asosiasi Merek (Strength of Brand Association) adalah
gambaran tentang bagaimana informasi masuk dalam benak pelanggan
dan kemudian membangun popularitas terhadap merek tertentu melalui
komunikasi pemasaran seperti periklanan, promosi penjualan,
penjualan personal, word of mouth, maupun berbagai media promosi
lainnya. - Kekuatan Asosiasi Merek (Favorability of Brand Association) adalah
melambangkan fakta bahwa produk suatu merek lebih unggul
dibandingkan merek pesaing ditinjau dari atribut dan manfaat produk.
Jika merek suatu produk mampu memberikan kepuasan atas kebutuhan
dan keinginan konsumen, maka akan tercipta kesan dan sikap positif
konsumen terhadap merek produk tersebut. - Keunikan Asosiasi Merek (Uniqueness of Brand Association) adalah
representasi terkait dengan keunikan atau ciri khas suatu produk yang
membuatnya sulit ditiru oleh pesaing.
