Kualitas produk memiliki dimensi yang dapat digunakan
untuk menganalisis karakteristik dari suatu produk. Menurut David
Garvin dalam buku Fandy Tjiptono (2016:134) menyatakan bahwa
kualitas produk memiliki delapan dimensi sebagai berikut:
- Kinerja (Performance)
Berkaitan dengan aspek fungsional dari produk dan merupakan
karakteristik utama yang dipertahankan konsumen ketika ingin
membeli suatu produk. Maksudnya sejauh mana produk dapat
berfungsi sebagaimana fungsinya. - Keistimewaan Tambahan (Features)
Aspek kedua dari kinerja yang menambahkan fungsi dasar,
berkaitan dengan pilihan-pilihan dan pengembangannya.
Maksudnya suatu produk selain memiliki fungsi utama tentu
memiliki fungsi lain yang bersifat komplemen. - Kehandalan (Reliability)
Kemungkinan kecil akan mengalami kegagalan pada waktu
konsumen menggunakan produk. - Kesesuaian Dengan Spesifikasi (Conformance to Spesification)
Berkaitan dengan tingkat kesesuaian produk terhadap
spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan
keinginan konsumen. Intinya, sejauh mana karakteristik desain
dan operasi memenuhi standar. - Daya Tahan (Durability)
Berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus
digunakan. Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur
ekonomis. - Kemampuan Pelayanan (Serviceability)
Karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, kompetensi,
kemudahan dan akurasi dalam memberikan pelayanan untuk
perbaikan barang. - Estetika (Esthetica)
Daya tarik produk terhadap panca indera. Misal keindahan
desain produk, keunikan model produk, dan kombinasi. - Kualitas Yang Dipersepsikan (Percaived Quality)
Persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan
suatu produk serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya.
