Menurut Bernd H. Schmitt (1999) sebuah perusahaan dikatakan bagus dalam
menerapkan Experiential Marketing jika sudah memenuhi kriteria lima elemen.
Konsep strategik dari Experiential Marketing sebagai berikut :
- Sense
Sense Marketing ditunjukkan kepada rasa dengan menciptakan pengalaman
melalui pendekatan panca indera seperti pengelihatan (sight), suara (sound),
sentuhan (touch), rasa (taste) dan bau (smell). Shopee sendiri membuat strategi
terkait Sense itu sendiri demi menarik minat konsumen, Seperti contohnya
tampilan Shopee dari estetika sangat menarik, rasa berbelanja di Shopee begitu
mudah dan nama dari pilihan produk-produk yang begitu banyak dan juga
penggunaan fitur yang tidak rumit.hal itu dilakukan demi menciptakan
experiental marketing dalam kategori Sense. - Feel
Feel Marketing tertuju pada perasaan dan emosi konsumen dengan tujuan
mempengaruhi pengalaman melalui suasana hati dan yang lembut sampai emosi
yang kuat terhadap kesenangan dan kebanggaan. Dalam kategori feel, Shopee
membuat strategi yang membuat suasana hati konsumen merasa senang dan betah
berbelanja dalam waktu yang tidak sebentar. - Think
Think Marketing tertuju pada intelektualitas yang bertujuan menciptakan suatu
kesadaran (cognitive). Pengalaman sebagai problem solving yang
mengikutsertakan konsumen di dalamnya. - Act
Act Marketing tertuju untuk mempengaruhi pengalaman jasmaniah, gaya hidup
dan interaksi. - Relate
Relate Marketing berisikan aspek-aspek dari keempat hal diatas (sense, feel, think
dan act marketing.
Semua kelima elemen dari experiential marketing mengacu pada dua tujuan
utama, yaitu: menciptakan kekuatan merek dan loyalitas pelanggan.
