Menurut pandangan Leaned Chrispensen Drews, dan Guth
(1965) strategi diartikan sebagai alat untuk menciptakan keunggulan
bersaing. Sedangkan pandangan lain dari Craig & Grant (1996)
mengatakan bahwa strategi merupakan suatu penetapan sasaran dan
tujuan jangka panjang (targeting and long-term goals) sebuah
perusahaan dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan
untuk mencapai sasaran dan tujuan (achieve the goals and objectives).
Adapun pendapat lainnya datang dari Argyris dalam buku
Rangkuti (2001) mengatakan bahwa strategi merupakan respon secara
terus-menerus dan adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta
kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi.
Suatu perusahaan dapat mengembangkan strategi untuk mengatasi
ancaman eksternal dan membuat peluang yang ada.
Proses analisis, perumusan dan evaluasi strategi-strategi itu
disebut perencanaan strategis. Tujuan utama perencanaan strategis
adalah agar perusahaan dapat menilai secara obyektif kondisi-kondisi
perubahan lingkungan eksternal. Jadi perencanaan strategis penting
untuk memperoleh keunggulan bersaing dan memiliki produk yang
sesuai dengan keinginan konsumen dengan dukungan yang optimal dari
sumber daya yang ada.
Adanya keberhasilan suatu strategi yang telah ditetapkan ini
sangat ditentukan oleh seberapa besar tingkat kesesuaian strategi
tersebut dengan perubahaan lingkungan, persaingan, serta situasi
perusahaan atau organisasi.
Perusahaan yang berada dalam kondisi posisi persaingan yang
sangat kuat selalu dapat mengembangkan strategi yang lebih baik.
Kriteria posisi yang relaitf lebih kuat dicerminkan oleh perusahaan
sebagai berikut:
a. Tidak memiliki persaingan yang dapat mendominasi pasar.
b. Memiliki pangsa pasar yang cukup siginifikan.
c. Memiliki pangsa pasar yang terus meningkat.
d. Memiliki pasar yang cukup kompetentif.
e. Memperoleh keuntungan sebagai pemimping pasar.
f. Memiliki sekurang-kurangnya produk yang unggul dalam pangsa
pasar.
g. Memiliki posisi yang dilindungi, misalnya oleh UU anti
monopoli.
Strategi juga diartikan sebagai bakal tindakan yang menuntun
keputusan manajemen puncak dan sumber daya perusahaan yang banyak
merealisasikannya. Di samping itu, strategi juga mempengaruhi
kehidupan organisasi dalam jangka panjang, setidaknya selama 5 tahun.
