Perumusan strategi menurut David (2017), Hitt, Ireland, dan Hoskisson, (2017)
yaitu:
Perumusan strategi
Adalah proses penyelidikan, analisis, dan pengambilan keputusan yang
menyediakan kriteria bagi perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif.
Tahapan ini termasuk mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan
ancaman eksternal organisasi, menentukan kekuatan dan kelemahan internal
menetapkan tujuan jangka panjang, menghasilkan strategi alternatif, dan memilih
strategi tertentu untuk dicapai. Pada perumusan strategi, manajer puncak memiliki
perspektif terbaik untuk memahami sepenuhnya konsekuensi dari keputusan
perumusan strategi karena mereka memiliki wewenang untuk menempatkan sumber
daya yang diperlukan didalam tahap implementasi.
Implementasi strategi
Merupakan proses dimana strategi dan kebijakan diterapkan melalui pengembangan
program, anggaran, dan prosedur. Pada tahap ini perusahaan diharuskan untuk
menetapkan tujuan tahunan, menyusun kebijakan, memotivasi karyawan, dan
mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang dirumuskan dapat dijalankan.
Karena implementasi strategi sering kali melibatkan keputusan sehari-hari didalam
pengalokasian sumber daya, dilakukan oleh manajer tingkat menengah dan bawah,
dengan tinjauan oleh manajemen puncak, tahapan ini juga disebut sebagai
perencanaan operasional. David (2017) juga mengungkapkan bahwa implementasi
strategi dianggap sebagai tahap paling sulit didalam manajemen strategis karena
membutuhkan disiplin pribadi, komitmen, dan pengorbanan.
Evaluasi strategi
Menurut Maulida, (2021:10-12). Tahapan evaluasi sekaligus pengendalian ini
bertujuan untuk memperoleh informasi strategi mana yang tidak berjalan dengan
baik dan membandingkan hasil kinerja aktual dengan kinerja yang diinginkan. Tiga
kegiatan evaluasi strategi mendasar yaitu:
a. Meninjau faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi saat ini
b. Mengukur kinerja, dan
c. Mengambil tindakan korektif
