Menurut Kotler et al., (2020:304) kunci dari penetapan harga atas dasar penilaian
persepsi pelanggan, sehingga produsen tidak dapat merancang produk serta program
pemasaran, lalu menetapkan harga. Sebelum program pemasaran ditetapkan, maka harga
harus dipertimbangkan secara bersama dengan semua variabel bauran pemasaran lainnya.
Berdasarkan Kotler & Armstrong, (2018:309) adapun metode yang dipakai dalam
penetapan pada harga diantaranya :
1) Penetapan Harga Berdasarkan Nilai.
Penetapan harga ini bukan dari biaya jual melainkan persepsi dari penilaian pelanggan,
maka produsen tidak bisa mendesain produk maupun membuat program apalagi penetapan
harga. Perkiraan harga harus sama dengan kumpulan pemasaran lainnya, sebelum terpasang
aplikasi pemasaran yang ditetapkan.
2) Penetapan Harga Berdasarkan Biaya.
Penetapan harga ini menyertakan biaya produksi, distribusi, penjualan produk, sampai
pengembalian yang sesuai bagi usaha dan manajemen risiko. Bilamana biaya yang
dikeluarkan untuk produk lebih sedikit, maka penetapan harga juga rendah. Sebaliknya,
bilamana biaya yang dikeluarkan jauh lebih tinggi maka penetapan harga bisa lebih mahal
3) Penetapan Harga Berdasarkan Pesaing.
Penetapan harga ini berkaitan dengan pesaing mulai dari biaya, rencana, serta produk
pesaing. Dengan begitu pelanggan menjadi media penilaian terkait hargaproduk yang sama.
Sedangkan, menurut Kotler & Keller, (2016:497) metode penetapan harga terdiri
atas :
1) Penetapan Harga Mark-Up.
Teknik penetapan harga yang menjadi dasar awal penetapan harga yakni penambahan
mark-up standard kedalam biaya produk. Salah satunya perusahaan kontruksi yang
memasukkan penawaran projek dengan memprediksi total biaya proyek dan menambahkan
penetapan harga standar untuk keuntungan. penetapan harga biasanya lebih tinggi pada
barang musim, barang-barang special, barang-barang yang pengeluarannya lambat,
barang- barang dengan biaya penyimpanan dan penanganan tinggi dan barang yang
inelastic terhadap permintaan. pemakaian metode penetapan harga ini tidak selalu dipakai,
namun penetapan harga tetap terkenal oleh beberapa alasan:
a) Penjual dapat memenuhi penunjukan harga yang membuat lebih“mudah dari pada
memprediksi permintaan dengan mengkaitkan harga kepada biaya, dengan ini penjual
mempermudah penetapan”harganya.
b) semua perusahaan industry memakai cara penetapan harga ini, karna harga relative sama
dan persaingan pasaran harga tersingkirkan
c) Banyak orang beranggapan pada penetapan harga biaya – plus lebih sebanding dengan
penjual maupun pembeli. penjual tidak memanfaatkan pembeli apabila permintaan naik
dan penjual akan berikan hasil investasi yang baik.
2) Penetapan Harga Dengan“Tingkat Pengembalian Sasaran”(Target – ReturnPricing).
Perusahaan menetapkan harga yang akan memberikan hasil
tingkat pengembalian untuk investasi pilihannya
3) Penetapan Harga Dengan Nilai Anggapan (Perceive – Value Pricing).
Seiring banyaknya perusahaan yang menjadikan harga dasar perusahaan terhadap nilai
pandangan pelanggan. Nilai pandangan terbentuk dari beberapa unsur,seperti produktifitas
barang akancitra pembelian, kekuatan pengantaran“dari saluran,kualitas jaminan, support
dari pelanggan, dan ciri yang kurang dominan seperti keunggulan merek, keyakinan dan
harga”diri. simbol bagi penetapan harga nilai anggapan ialah memberikan banyak nilai
dibandingka pesaing danmendemonstrasikannya ke pelanggan.
4) Penetapan Harga Nilai (Value Pricing).
Sebagian perusahaan sudah menerapkan cara penetapan harga nilai. Dengan menarik
banyak pelanggan yang taat dengan cara memakai harga realtif rendah untuk melakukan
perbandingan namun memiliki kualitas tinggi. Dikarnakan penetapan harga nilai itu bukan
masalah menerapkan harga yang murah, waluapun juga masalah bagaimana perusahaan
menduplikasikan ulang supaya menjadi penjual dengan harga murah tanpa meragukan
kualitas bagus untuk mendatangkan sejumlah pelanggan besar.
5) Penetapan harga murah setiap hari (Everyday Low Pricing).
produsen telah memakai peraturan ini berarti memakai harga yang murah dan stabil dengan
sedikit atau tidak memakai promosi harga maupun penjualankhusus. Harga murah ini
menghilangkan keraguan harga dari minggu ke minggu dan pemberian harga “tinggi-
rendah” dari pesaing yangberorientasi kepada promosi.
6) Penetapan Harga Going Rate
Dalam penetapan harga going rate disini, perusahaan menjadikan metode ini dasar
harganya terhadap harga competitor, memakai harga yang sama, memberikan harga relafit
terjangkau dan mahal disamakan harga competitor utama. Disaat perusahaan yang lebih
kecil mencontoh sang pemimpin, maka mereka akan mengganti harg perusahaan ketika
pimpinan besar juga mengganti hargabukan ketika panggilan atau biaya mereka sendiri
berubah.
7) Penetapan Harga Jenis Lelang (Auction – Type Pricing).
Metode penetapan harga grosir ini makin dikenal, khususnya seiiring dengan kemajuan
internet.
