Tahap loyalitas berkembang


Irawan dkk (2013) mengungkapkan Loyalitas berkembang Menurut Hasan (2008:86),
empat tahap, yaitu :

  1. Loyalitas Kognitif
    Konsumen yang mempunyai loyalitas tahap ini menggunakan basis informasi yang
    memaksa menunjuk pada satu merek atas merek lainnya, loyalitasnya hanya
    didasarkan pada aspek kognisi saja.
  2. Loyalitas Afektif
    Loyalitas tahap ini didasarkan pada aspek afektif konsumen. Sikap merupakan fungsi
    dari kognisi (pengharapan) pada periode awal pembelian (masa prakonsumsi) dan
    merupakan fungsi dari sikap sebelumnya plus kepuasan di periode berikutnya (masa
    pascakonsumsi).
  3. Loyalitas Konatif
    Dimensi konatif (niat melakukan) yang dipengaruhi oleh perubahan-perubahan afektif
    terhadap merek. Konatif menunjukkan suatu niat atau komitmen untuk melakukan
    sesuatu kearah tujuan tertentu.
  4. Loyalitas Tindakan
    Meskipun pembelian ulang adalah suatu hal yang sangat penting bagi pemasar,
    penginterpretasian loyalitas hanya pada pembelian ulang saja tidak cukup, karna
    pelanggan yang membeli ulang belum tentu mempunyai sikap positif terhadap barang
    atau jasa yang dibeli. Pembelian ulang dilakukan bukan karena puas, melainkan
    mungkin karena terpaksa atau fakor lainnya, ini tidak termasuk dimensi loyal. Oleh
    karena itu, untuk mengenali perilaku loyal dilihat dari dimensi ini ialah dari komitmen
    pembelian ulang yang ditujukan pada suatu produk dalam kurun waktu tertentu secara
    teratur. Banyak yang menyaksikan betapa sulitnya menjamin bahwa pelanggan akan
    membeli ulang dari penyedia yang sama jika ada pilihan lan yang lebih menarik baik
    dari segi harga maupun pelayanannya.