Kualitas Produk


Sesuatu yang di perlukan dalam dunia bisnis adalah dapat memenuhi atau
memuaskan kebutuhan atau keinginan konsumen, baik yang berwujud maupun yang tidak
berwujud. Produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan kepada konsumen untuk di
konsumsi atau digunakan (Budi, 2023:16). Sedangkan kualitas dapat dirumuskan sebagai
“kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, sumber daya manusia, proses
dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Fandy Tjiptono, 2022:137).
Menurut buku “Pengukuran dan Analisis Kualitas Produk: Teori dan Praktik” (Aris
Soeharto,2022:2) kualitas produk meliputi aspek-aspek seperti kinerja, fitur, keandalan,
kemudahan pemeliharaan, estetika,dan keamanan. Untuk mencapai kualitas produk yang
optimal, perusahaan harus mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan,
mengukur dan menganalisis kualitas produk secara sistematis, dan mengembangkan
strategi perbaikan kualitas yang efektif.
Dalam buku “Total Quality Management: Key Concepts and Case Studies” oleh
Pramod Batra dan et al. (2020:28) Kualitas produk terdiri dari beberapa aspek seperti
kinerja, keandalan, kesesuaian, ketepatan waktu, kemudahan penggunaan, fitur, dan
desain. Untuk mencapai kualitas produk yang optimal, perusahaan harus melibatkan
seluruh karyawan dalam proses perbaikan kualitas dan menerapkan prinsip-prinsip
manajemen mutu secara holistik. Menurut Sari, Tjahjaningsih dan Hayuningtias
(2018:677), kualitas produk adalah karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada
kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan atau
diimplikasikan.
Menurut buku “Pengukuran dan Analisis Kualitas Produk: Teori dan Praktik”
oleh Aris Soeharto (2022:2), mengungkapkan bahwa kualitas produk meliputi aspekaspek seperti kinerja, fitur, keandalan, kemudahan pemeliharaan, estetika, dan keamanan.
Untuk mencapai kualitas produk yang optimal, perusahaan harus mengidentifikasi
kebutuhan dan keinginan pelanggan, mengukur dan menganalisis kualitas produk secara
sistematis, dan mengembangkan strategi perbaikan kualitas yang efektif. Dalam buku
“Manajemen Pemasaran” oleh Kotler dan Keller (2019: 221) menyatakan bahwa produk
adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dibeli,
digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Menurut
Kotler dalam Hurriyati (2019:50) yang dikatakan bahwa produk ialah segala sesuatu yang
dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan atau
dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.
Menurut Fandy Tjiptono dalam bukunya “Pemasaran Strategik”(2018:30) menjelaskan
bahwa produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan,
diinginkan, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memenuhikebutuhan atau keinginan
pelanggan. Definisi produk ini termasuk barang, jasa, orang, tempat, organisasi, atau
gagasan yang ditawarkan ke pasar.
Selain itu, Fandy Tjiptono juga menjelaskan bahwa produk memiliki empat
dimensi, yaitu dimensi fisik, dimensi fungsional, dimensi psikologis, dan dimensi sosial.
Dimensi fisik meliputi segala sesuatu yang dapat dilihat, diraba, atau didengar dari
produk. Dimensi fungsional berkaitan dengan kinerja atau manfaat yang dapat diberikan
oleh produk kepada konsumen. Dimensi psikologis berkaitan dengan citra, merek, atau
status sosial yang dapat dirasakan oleh konsumen dari penggunaan produk. Sedangkan
dimensi sosial berkaitan dengan norma-norma sosial, seperti nilai, budaya, atau
keyakinan yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap produk. Produk dapat
berupa barang, jasa, ide, organisasi, atau orang. Pada dasarnya setiap produk beberapa
tingkatan (Suparyanto dan Rosad dalam Widayat 2018:70) diantaranya: (1) Manfaat inti,
yaitu manfaat dasar yang sebenarnyadibeli oleh konsumen, (2) Produk dasar, dimana
merupakan wujud konkrit dari suatu produk, serta (3) Produk yang diharapkan yaitu suatu
kondisi yang diharapkan konsumen saat membeli produk.
Produk adalah sesuatu yang ditawarkan pada pasar baik produk nyata ataupun
produk tidak nyata (jasa) sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pasar.
Suatu produk jika dilihat dari nilai tambahnya memiliki beberapa tingkatan, seperti
diungkapkan oleh Kotler dalam Hurriyati dalam buku “Marketing Management”
(2019:51) yaitu:
16

  1. Produk Utama/Inti (Core benefit), yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkandan
    akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk.
  2. Produk Generik (generik product), yaitu produk dasar yang mampu memenuhi fungsi
    produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi).
  3. Produk Harapan (expected product), yaitu produk formal yang ditawarkan dengan
    berbagai atribut dan kondisinya secara normal (layak) diharapkan dan disepakati
    untuk dibeli.
  4. Produk Pelengkap (augmented product), yaitu berbagai atribut produk yang
    dilengkapi atau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan
    tambahan kepuasan dan dapat dibedakan dengan produk pesaing.
  5. Produk Potensial, yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin
    dikembangkan untuk suatu produk dimasa mendatang.