Mitra (2016) menyebutkan kualitas sebagai tanda yang digunakan untuk
mengidentifikasi keunggulan dari produk, layanan, dan jasa. Kualitas dapat
memberikan tingkat harapan menyesuaikan ekspektasi penggunaan yang
diinginkan konsumen, sedangkan Walujo dkk (2020) menyebutkan kualitas
digunakan sebagai pendukung untuk melakukan persaingan dari kompetitor di
perusahaan atau organisasi dan memberikan jaminan kepada konsumen. Kualitas
dapat memberikan keterkaitan dari pengaruh yang tidak hanya dapat dirasakan
konsumen. Namun, dapat membawa persepsi positif terhadap perusahaan dari
konsumen yang disebabkan adanya kepercayaan. Garvin (1984) menyebutkan
aspek kualitas memiliki 8 kerangka sebagai penentu kualitas yang terdiri dari:
a. Kinerja (Performance)
Kinerja dapat berupa karakteristik operasi saat pembuatan produk. Sebagai
contoh kinerja dapat dilihat pada kecepatan, kemudahan, dan kenyamanan
penggunaan.
b. Fitur (Features)
Fitur adalah ciri pelengkap dan penunjang penggunaan produk yang dapat
dimanfaatkan. Aspek penentu kualitas dari fitur tersebut memiliki sifat sebagai
pelengkap.
c. Keandalan (Reliability)
Keandalan dapat dari potensi yang rendah dari produk yang dapat mengalami
kerusakan selama pemakaian. Sebaliknya, jika produk memiliki potensi yang
tinggi dalam kerusakan. Dapat disimpulkan produk memiliki keandalan yang
kurang baik.
d. Kesesuaian (Conformance)
Kesesuaian yaitu spesifikasi produk agar dapat menyesuaikan standar tertentu.
Kesesuaian berkaitan dengan ketepatan yang harus dipenuhi dari harapan
konsumen.
e. Daya Tahan (Durability)
Daya tahan sebagai aspek penentu kualitas yang berpengaruh terhadap usia
pemakaian yang layak. Daya tahan dapat dikaitkan dengan kekuatan produk
dalam penggunaannya. Karena kekuatan menjadi pengaruh dari kerangka
kualitas.
22
f. Kemudahan Service (Serviceability)
Kemudahan dari pelayanan dapat berupa penanganan keluhan yang
diharapkan konsumen, kecepatan, kompetensi dari pekerja, dan kenyamanan.
g. Estetika (Aesthetics)
Estetika adalah daya tarik produk untuk dapat memikat hati keinginan
konsumen untuk dapat membeli sebuah produk. Kerangka estetika kualitas
produk berpengaruh mengenai desain dan dapat dilihat secara langsung
menggunakan mata.
h. Persepsi Kualitas (Perceived Quality)
Persepsi kualitas mempengaruhi 7 kerangka kualitas yang menjadikan
keunggulan dari produk atau layanan. Persepsi kualitas dapat berupa komentar
dan review seseorang mengenai produk yang dibeli
