Menurut Kotler dan Keller (2009:10) terdapat aspek-aspek desain produk,
yaitu mencakup:
- Bentuk
Banyak produk dapat diferensiasikan berdasarkan bentuk – ukuran, bentuk
atau struktur fisik produk. - Fitur
Sebagian besar produk dapat ditawarkan dengan memvariasikan fitur yang
melengkapi fungsi dasar mereka. Sebuah perusahaan dapat mengidentifikasi
dan memilih fitur baru yang tepat dengan mensurvei pembeli terbaru dan
kemudian menghitung perbandingan nilai pelanggan dan biaya perusahaan
untuk setiap fitur potensial. - Kinerja
Merupakan tingkat dimana karakteristik utama produk beroprasi. Kualitas
menjadi dimensi yang semakin penting untuk diferensiasi ketika perusahaan
menerapkan sebuah model nilai dan memberikan kualitas yang lebih tinggi
dengan uang yang lebih rendah. - Kesesuaian
Merupakan tingkat dimana semua unit yang diproduksi identik dan memenuhi
spesifikasi yang dijanjikan. - Ketahanan
Merupakan ukuran umur operasi produk dalam kondisi biasa atau penuh
tekanan, merupakan atribut berharga untuk produk-produk tertentu. - Kehandalan
Merupakan ukuran probabilitas bahwa produk tidak akan mengalami
malfungsi atau gagal dalam periode waktu. Suatu produk dikatakan baik akan
memilki keandalan sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. - Gaya
Gaya menggambarkan penampilan dan rasa produk kepada pembeli. Gaya
adalah kelebihan dalam menciptakan perbedaan yang sulit ditiru. Gaya bisa
menarik atau bahkan membosankan. Gaya sensasional bisa menarik perhatian
dan menghasilkan estetika yang indah, tetapi gaya tersebut tidak benar-benar
membuat kinerja produk menjadi lebih baik. - Kemudahan Perbaikan
Merupakan ukuran kemudahan perbaikan produk ketika produk itu rusak,
tidak berfungsi atau gagal. Kemudahan perbaikan yang ideal terjadi jika
pengguna dapat memperbaiki sendiri produk tersebut dengan sedikit biaya dan
waktu
