Pengertian Pengendalian Kualitas


Definisi pengendalian kualitas menurut para ahli adalah sebagai berikut:
a. Besterfield (1994) mendefinisikan pengendalian kualitas sebagai penggunaan
teknik dan kegiatan untuk mencapai, mempertahankan, dan meningkatkan
kualitas produk atau jasa.
b. Juran (1998) mendefinisikan pengendalian kualitas sebagai proses manajerial
universal untuk melakukan operasi sehingga memberikan stabilitas yang
bertujuan untuk mencegah perubahan yang merugikan dan untuk
mempertahankan status quo.
c. Montgomery (2012), Pengendalian kualitas mencakup serangkaian kegiatan
yang digunakan untuk memastikan bahwa produk dan layanan memenuhi
persyaratan dan diperbaiki secara terus menerus.
d. Menurut Mitra (2016), pengendalian kualitas dapat didefinisikan sebagai
sebuah sistem yang digunakan untuk menjaga tingkatan kualitas pada produk
atau jasa dan dilakukan secara terus-menerus hingga pengimplementasikan
dari perbaikan karakteristik yang tidak sesuai dengan sebuah standar
spesifikasi. Mitra membagi pengendalian kualitas menjadi tiga subareas utama,
yaitu:
i. Off-line quality control : Prosedur ini bertujuan untuk memilih parameter
produk dan proses yang dapat dikontrol sedemikian rupa sehingga
penyimpangan antara output produk atau proses dan standarnya akan
diminimalkan. prosedur ini dilakukan melalui desain produk dan proses.
ii. Statistical process control : Pengendalian proses statistik melibatkan
perbandingan output suatu proses atau layanan dengan standar dan
mengambil tindakan perbaikan jika terjadi perbedaan antara keduanya. Hal
ini bertujuan untuk menentukan apakah sebuah proses dapat menghasilkan
produk yang memenuhi spesifikasi atau persyaratan yang diinginkan.
Misalnya, untuk mengendalikan kesalahan dokumen di departemen
administratif, informasi dapat dikumpulkan setiap hari mengenai jumlah
kesalahan. Jika jumlah yang diamati melebihi standar yang ditentukan, maka
identifikasi penyebab yang mungkin terjadi, tindakan harus dilakukan untuk
mengurangi jumlah kesalahan.
iii. Acceptance Sampling Plans :merupakan inspeksi produk atau layanan.
Informasi yang diperoleh dari sampel digunakan untuk memutuskan apakah
akan menerima atau menolak keseluruhan batch atau lot. Jika jumlah item
yang tidak sesuai yang diamati kurang dari atau sama dengan jumlah
parameter, batch akan diterima