Kualitas dari produk atau jasa menjadi hal yang penting untuk mengukur
kinerja perusahaan. Jika kualitas produk terjamin maka dapat meningkatkan
kepercayaan pelanggan dan menjadi nilai tambah untuk bersaing dengan
kompetitor. Kualitas menjadi inti dalam melakukan pengendalian kualitas.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kualitas didefinisikan sebagai
tingkat baik atau buruknya sesuatu, taraf, atau mutu. Selain itu, kualitas produk
dapat diartikan sebagai faktor penting dalam mempengaruhi keputusan pelanggan
dalam membeli sebuah produk (Ernawati, 2019). Semakin tinggi kualitas suatu
produk, maka akan meningkatkan minat konsumen dalam membeli produk
tersebut. Herman dan Tobing (2021) menyatakan bahwa kualitas suatu produk
kemungkinan sebesar 36% akan mempengaruhi keputusan pelanggan dalam
membeli suatu produk. Jika suatu produk memiliki spesifikasi yang memenuhi
keinginan pelanggan membuat pelanggan menjadi puas dan memungkinkan
terjadi pembelian kembali.
Kualitas produk mempunyai delapan dimensi yang dikemukakan oleh
Garvin (1987) dalam Puspitasari dan Tjahjawati (2017) yaitu, kinerja (ciri khas
dari produk terkait sistem operasi), fitur (pelengkap karakteristik utama produk),
keandalan, kesesuaian dengan spesifikasi yang telah ditentukan, daya tahan (lama
suatu produk dapat digunakan), serviceability (kemudahan layanan jika
diperlukan), nilai estetika (nilai keindahan dari suatu produk), dan kesan kualitas
(persepsi konsumen terhadap kualitas produk)
