Klasifikasi produk adalah suatu pembagian produk yang ada di
pasaran berdasarkan kriteria-kriteria produk tersebut, di mana klasifikasi
produk ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam sudut
pandang. Menurut Tjiptono (2008:98) “Produk dapat diklasifikasikan ke
dalam dua kelompok utama yaitu:
- Barang
Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat,
diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan
diperlakuan fisik lainnya. Ditinjau dari aspek daya tahannya, terdapat
dua macam barang, yaitu:
a. Barang tidak tahan lama (Nondurable Goods) barang tidak tahan
lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi
dalam satu atau beberapa kali pemakaian.
b. Barang tahan lama (Durable Goods) barang tahan lama
merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama
dengan pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal
adalah satu tahun atau lebih). - Jasa
Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan
untuk dijual. Contoh: bengkel reparasi, salon kecantikan, kursus, hotel,
lembaga pendidikan, dan lain-lain. Selain berdasarkan daya tahannya,
produk umumnya juga diklasifikasikan berdasarkan siapa konsumennya
dan untuk apa produk tersebut dikonsumsi. Berdasarkan kriteria ini,
produk dapat dibedakan menjadi barang konsumen (consumer’s goods)
dan barang industri (industrial’s goods).
A. Barang konsumen
Barang konsumen adalah barang yang, dikonsumsi untuk
kepentingan konsumen akhir sendiri (individu dan rumah tangga),
bukan tujuan untuk bisnis. Umumnya barang konsumen dapat
diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu convenience good, shopping
goods, specialty goods, dan unsought goods yaitu: - Convenience Goods
Convenience goods merupakan barang yang pada umunya memiliki
frekuensi pembelian tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu
segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat kecil)
dalam pembandingan dan pembeliannya. Contoh: beras, minyak,
sabun, pasta gigi, dan lain-lain. - Shopping Goods
Shopping goods adalah barang-barang yang dalam proses
pemilihan dan pembeliannya dibandingkan oleh konsumen di
antara berbagai alternatif yang tersedia. Contoh; alat-alat rumah
tangga, pakaian, dan furniture. - Specialty Goods
Specialty goods adalah barang-barang yang memiliki karakteristik
atau identifikasi merek yang unik di mana sekelompok konsumen
bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Umumnya
jenis barang terdiri atas barang-barang mewah dengan merek dan
model spesifik, seperti mobil Lamborgini, pakaian rancangan
seperti Christian Dior dan Versace. - Unsought Goods
Unsought Goods merupakan barang-barang yang tidak diketahui
konsumen atau kalaupun sudah diketahui, tetapi pada umumnya
belum terpikirkan untuk membelinya.
B. Barang Industri
Barang industri adalah barang-barang yang dikonsumsi oleh
industriawan (konsumen antara atau konsumen bisnis) untuk keperluan
selain dikonsumsi langsung, yaitu: - Untuk diubah, diproduksi menjadi barang lain kemudian dijual
kembali (oleh produsen). - Untuk dijual kembali (oleh pedagang) tanpa dilakukan
transformasi fisik (proses produksi).”
