Indikator Kualitas Produk


Kualitas produk memiliki indikator yang dapat digunakan untuk
menganalisis karakteristik dari suatu produk. Karena dengan adanya
indikator kualitas produk, maka perusahaan dapat melihat apa saja yang
harus diberikan pada suatu produk agar dapat terlihat menarik oleh
konsumen.
Menurut Fandy Tjiptono (2016:134) “Kualitas produk memiliki
delapan indikator sebagai berikut:

  1. Performance (kinerja) merupakan karakteristik operasi dasar atau
    produk inti (core product) dari suatu produk. Misalnya kecepatan,
    kemudahan, dan kenyamanan dalam penggunaan.
  2. Features (fitur atau ciri-ciri tambahan) merupakan karakteristik
    atau ciri-ciri tambahan yang melengkapi manfaat dasar suatu
    produk. Fitur bersifat pilihan atau option bagi konsumen. Fitur
    bisa meningkatkan kualitas produk jika kompetitor tidak memiliki
    fitur tersebut, Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features),
    merupakan karakteristik sekunder atau pelengkap.
  3. Reliability (reliabilitas) yaitu kemungkinan kecil akan mengalami
    kerusakan atau gagal pakai. Semakin kecil kemungkinan
    terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
  4. Confermance to Specifications (kesesuaian dengan spesifikasi)
    yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk
    memenuhi standar tertentu dari konsumen atau tidak
    ditemukannya cacat pada produk. Ini semacam “janji” yang harus
    dipenuhi oleh produk. Produk yang memiliki kualitas dari
    dimensi ini berarti sesuai dengan standarnya
  5. Durability (daya tahan) berkaitan dengan berapa lama produk
    tersebut dapat terus digunakan. Semakin lama daya tahannya
    tentu semakin awet. Produk yang awet akan dipersepsikan lebih
    berkualitas disbanding produk yang cepat habis atau cepat diganti.
  6. Serviceability (kemampuan melayani)
    Yaitu kualitas produk ditentukan atas dasar kemampuan diperbaiki
    meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah direparasi
    serta penanganan keluhan yang memuaskan.
  7. Esthetics (Estetika)
    Yaitu daya tarik produk terhadap panca indera, misalkan bentuk fisik,
    model atau desain yang artistik, warna dan sebagainya.
    Berhubungan dengan bagaimana penampilan produk.
  8. Perceived Quality (kualitas yang dipersepsikan),
    Yaitu persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau
    keunggulan suatu produk. Biasanya karena kurangnya
    pengetahuan pembeli akan atribut atau ciri-ciri produk yang akan
    dibeli, maka pembeli mempersepsikan kualitasnya dari aspek
    harga, nama merek, iklan, reputasi perusahaan, maupun negara
    pembuatnya.”