Brand image berkaitan antara asosiasi dengan brand karena ketika kesan-
kesan brand yang muncul dalam ingatan konsumen meningkat disebabkan
semakin banyaknya pengalaman konsumen dalam mengkonsumsi atau
membeli brand tersebut. Konsumen lebih sering membeli produk dengan
merek yang terkenal karena merasa lebih nyaman dengan hal-hal yang sudah
dikenal, adanya asumsi bahwa merek terkenal lebih dapat diandalkan, selalu
tersedia dan mudah dicari, dan memiliki kualitas yang tidak diragukan,
sehingga merek yang lebih dikenal lebih sering dipilih konsumen daripada
merek yang tidak terkenal (Aaker, 1991). Brand Image adalah persepsi
konsumen tentang suatu merek sebagai refleksi dari asosiasi merek yang ada
pada pikiran konsumen (Keller 2008). Menurut (Sutisna, 2001) brand image
memiliki 3 variabel pendukung, yaitu:
a. Citra Pembuat/ Perusahaan (Corporate Image) merupakan sekumpulan
asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap perusahaan yang
membuat suatu produk atau jasa. Dengan adanya citra perusahaan yang baik
ini membantu orang mengambil keputusan untuk bertransaksi di perusahaan
tersebut. Karena sudah percaya dengan reputasi baik itu, tentunya orang tidak
membeli hanya satu kali, tetapi dapat berkali-kali.
b. Citra Pemakai (User Image) merupakan sekumpulan asosiasi yang
dipersepsikan konsumen terhadap pemakai yang menggunakan suatu
barang atau jasa. Citra pemakai merupakan salah satu indikator dari citra
merek dan sering menjadi rujukan bagi konsumen dalam pengambilan
keputusan pembelian. Pada kondisi yang menguntungkan, pemakai dari
sebuah produk mempunyai peran sangat strategis dalam komunikasi
pemasaran.
c. Citra Produk (Product Image) merupakan sekumpulan asosiasi yang
dipersepsikan konsumen terhadap suatu produk. Citra produk dipandang
sebagai elemen penting didalam upaya mempengaruhi keputusan
pembelian konsumen. Kualitas yang melekat pada produk merupakan
nilai yang akan menjadikan produk memiliki citra yang baik. Sehingga
dalam hubungan jangka panjang, nilai dari sebuah produk menjadi
sesuatu yang mutlak, karena dengan adanya nilai yang mampu
memuaskan inilah yang menjadi landasan konsumen di dalam mengambil
keputusan untuk bertransaksi saat ini maupun dimasa mendatang
